Libur Nataru Dibuka, Penumpang Kereta dari Surabaya Berbondong-bondong ke Kota Tujuan Wisata
SURABAYA | Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai memicu lonjakan penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Sejak awal libur, ribuan pelancong terlihat memadati stasiun-stasiun utama untuk bepergian ke berbagai kota tujuan wisata di Pulau Jawa.
Data sementara hingga Sabtu (20/12/2025) mencatat sebanyak 37.737 penumpang telah menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya. Dari jumlah tersebut, 20.480 orang tercatat berangkat, sementara 17.257 penumpang tiba di Surabaya.
Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasar Turi menjadi dua titik keberangkatan tersibuk dengan jumlah penumpang masing-masing mencapai sekitar 6.300 orang per hari. Sementara itu, Stasiun Malang melayani sekitar 3.715 penumpang berangkat. Adapun rute jarak jauh tujuan Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Ketapang masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mengisi libur akhir tahun.
Salah seorang penumpang, Arelis Istiari, mengaku memilih pulang kampung ke Purwokerto pada awal masa libur sekolah sekaligus memanfaatkan waktu untuk berlibur bersama keluarga.
“Konsepnya pulang kampung sambil liburan. Saya ambil waktu satu minggu di rumah orang tua. Memilih kereta karena lebih nyaman untuk membawa anak,” ujar Arelis saat ditemui di Stasiun Surabaya Gubeng, Sabtu (20/12/2025).
Selama masa angkutan Nataru yang berlangsung selama 18 hari hingga 4 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya menyediakan 449.352 tempat duduk. Kapasitas tersebut dilayani melalui pengoperasian 51 perjalanan kereta api reguler dan tujuh perjalanan kereta api tambahan setiap hari.
Hingga saat ini, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 235.641 kursi atau sekitar 52,4 persen dari total kapasitas yang tersedia. Pihak KAI memproyeksikan angka penumpang masih akan terus meningkat mendekati perayaan Natal dan malam pergantian tahun.
Untuk mengantisipasi kepadatan, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan penambahan armada serta penguatan pelayanan di stasiun-stasiun utama, khususnya pada titik transit dengan mobilitas tinggi selama masa libur Natal dan Tahun Baru.





