Update 4 Desember 2025: Korban Banjir Sumatra Tembus 753 Jiwa, BNPB Buka Hotline Keluarga Hilang

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENCANA. Potret banjir merendam permukiman dan perkebunan sawit di salah satu wilayah terdampak di Sumatra. (istimewa/ejaberita.co)

BENCANA. Potret banjir merendam permukiman dan perkebunan sawit di salah satu wilayah terdampak di Sumatra. (istimewa/ejaberita.co)

NASIONAL | Jumlah korban jiwa akibat rangkaian banjir besar dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali meningkat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, per Kamis pagi (4/12), total warga meninggal mencapai 753 orang.

Data yang dihimpun melalui laman resmi BNPB juga menunjukkan 650 orang masih belum ditemukan di ketiga provinsi tersebut.

Perinciannya, Aceh mencatat 218 korban meninggal dan 227 warga belum ditemukan. Di Sumatra Utara, jumlah kematian mencapai 301 orang dengan 163 orang masih hilang. Adapun di Sumatra Barat, tercatat 234 orang meninggal dan 260 lainnya belum diketahui nasibnya.

Selain itu, 2.600 warga mengalami luka-luka. Sementara populasi terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar melonjak hingga 3,3 juta jiwa.

Bersamaan dengan itu, Basarnas menyampaikan perkembangan operasi penyelamatan. Hingga Selasa (2/12) pukul 20.00 WIB, total 35.857 orang telah dievakuasi.

Di Aceh, petugas mengevakuasi 1.600 warga dari 18 wilayah terdampak. Di Sumatra Utara, 4.599 orang diselamatkan dari 11 kabupaten/kota. Sedangkan di Sumatra Barat, jumlah warga yang berhasil dievakuasi mencapai 29.658 orang, juga dari 11 kabupaten/kota.

Untuk membantu warga yang kehilangan kontak dengan anggota keluarga, BNPB membuka layanan khusus. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghubungi pusat informasi melalui nomor 081161645500.

“BNPB membuka saluran komunikasi atau hotline yang dapat dihubungi oleh masyarakat yang masih kesulitan menghubungi keluarga di daerah terdampak melalui nomor telepon,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Jumat (28/11) lalu.

Suharyanto menegaskan, bahwa setiap laporan yang masuk akan langsung diteruskan kepada petugas BNPB yang sudah ditempatkan di kabupaten/kota terdampak untuk dilakukan pengecekan di lapangan. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pusat Tancap Gas: AD/ART Rampung, Website dan Podcast Resmi Segera Diluncurkan
Gus Yahya Siap Maju di Muktamar NU, Tegaskan Bukan Ambisi Pribadi
Cek Gudang BULOG Bangkalan, DPR RI Jamin Stok Pangan Madura Aman hingga 10 Bulan
Masjid Al Huda Diresmikan, Mendikdasmen Tekankan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat
104 Siswa Terpaksa Ngungsi, Mendikdasmen Janjikan Bangun Ulang SDN Kajuanak 4
Pemkab Sampang Terima Hibah Aset Migas, Siap Disulap Jadi Kawasan Edukasi Terpadu
OTT KPK: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditangkap, Kasus Masih Dirahasiakan
Jadwal Haji 2026 Resmi Dimulai 21 April, Ini Rangkaian Lengkap hingga Kepulangan Jemaah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:00 WIB

PWI Pusat Tancap Gas: AD/ART Rampung, Website dan Podcast Resmi Segera Diluncurkan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:49 WIB

Gus Yahya Siap Maju di Muktamar NU, Tegaskan Bukan Ambisi Pribadi

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:34 WIB

Cek Gudang BULOG Bangkalan, DPR RI Jamin Stok Pangan Madura Aman hingga 10 Bulan

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:28 WIB

Masjid Al Huda Diresmikan, Mendikdasmen Tekankan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:17 WIB

104 Siswa Terpaksa Ngungsi, Mendikdasmen Janjikan Bangun Ulang SDN Kajuanak 4

Berita Terbaru