17 Seniman KPS Hadirkan Refleksi Sosial dalam Pameran “Waspada! Kilas Balik Tujuh”

Minggu, 28 Desember 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SIMBOLIS. Foto bersama para seniman KPS, perwakilan Dispursip, PWI Sampang, dan tamu undangan saat pembukaan pameran seni rupa bertajuk “Waspada! Kilas Balik Tujuh” di Kabupaten Sampang, Minggu (28/12/2025). (redaksi ejaberita.co)

SIMBOLIS. Foto bersama para seniman KPS, perwakilan Dispursip, PWI Sampang, dan tamu undangan saat pembukaan pameran seni rupa bertajuk “Waspada! Kilas Balik Tujuh” di Kabupaten Sampang, Minggu (28/12/2025). (redaksi ejaberita.co)

SAMPANG | Sebanyak 17 seniman Kabupaten Sampang yang tergolong dalam Komunitas Perupa Sampang (KPS) menampilkan karya seni rupa dalam pameran bertajuk “Waspada! Kilas Balik Tujuh”.

Kegiatan yang dikemas dengan konsep ngobrol santai ini menjadi ruang refleksi perjalanan KPS yang tetap bertahan hingga tahun 2025.

Ketua KPS, Hairil Alwan menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi titik balik selama ujuh tahun berjalan dengan melakukan evaluasi dan refleksi agar lebih baik.

KPS berdiri sejak tahun 2003, meski sebelumnya telah ada sejumlah komunitas perupa di Sampang yang belum mengatasnamakan KPS.

“Perjalanan kami cukup panjang. Respon yang kami terima memang sempat sangat kecil, tapi itu tidak mematahkan semangat. Alhamdulillah sampai 2025 kami masih eksis dan terus berjalan,” jelasnya, Minggu (28/12).

KPS memiliki mimpi besar agar seni rupa Sampang, yang semula diberi labeli daerah tertinggal, dapat dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami ingin seni rupa Sampang bisa terbaca sampai luar negeri. Itu mimpi kami. Karena itu slogan yang selalu kami bawa adalah dari Sampang, oleh KPS, untuk Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispursip Kabupaten Sampang, Siti Chairijah mengatakan, bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan seni rupa yang digelar di lingkungan perpustakaan karena memiliki nilai literasi yang kuat.

“Dispursip adalah tempat yang cocok. Kami sangat mendukung kegiatan ini karena seniman adalah salah satu bentuk ekspresi untuk menuangkan ide dan mengeksplorasi potensi yang ada di Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Menurutnya, karya seni mampu merepresentasikan identitas daerah sebagaimana kabupaten lain di Madura yang telah memiliki ciri khas budaya masing-masing.

“Bangkalan mengangkat kek lesap, Pamekasan dengan sakeranya. Lalu Sampang apa? Dengan adanya gelar budaya ini, para seniman bisa mengangkat sisi heroik Sampang dan menceritakannya melalui karya,” ungkapnya.

Ia juga memaknai tema “Waspada! Kilas Balik Tujuh” sebagai simbol keberlanjutan, “Kalau tujuh dibalik menjadi huruf ‘L’, artinya lanjut. Tujuh itu tongkat untuk melangkah ke depan, ayo kita gali bersama-sama,” papar Qori, sapaan akrabnya.

Di tempat yang sama, Ketua PWI Sampang, Hanggara Pratama Syahputra, mengapresiasi konsistensi KPS dalam menghadirkan ruang ekspresi seni yang sarat dengan pesan sosial.

“Atas nama PWI, kami mengapresiasi KPS yang secara konsisten menghadirkan seni rupa sebagai medium refleksi sosial, kritik, dan kesadaran bersama. Tema ‘Waspada!’ adalah seruan moral agar kita lebih peka terhadap realitas sosial,” ucapnya.

Menurut Hanggara, seni dan jurnalistik memiliki ruh yang sama dalam menjaga nurani publik.

“Seni rupa berbicara tanpa kata, sementara jurnalisme menyampaikan fakta dengan kata. Keduanya saling melengkapi dalam membangun peradaban yang kritis dan berkeadaban,” jelasnya.

Melalui pameran ini, lanjut Hanggara, diharapkan lahir dialog sehat antara seniman, masyarakat, dan media.

“Karya-karya ini tidak hanya dinikmati secara visual, tetapi juga direnungkan dan didiskusikan sebagai pemantik kesadaran kolektif,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru