38 Tahun Mengabdi, Sitti Rahmah Jalani Jalan Sunyi Kartini: Jalan Kaki hingga Setia Mengayuh Ontel

Selasa, 21 April 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sitti Rahmah, guru SD di Bangkalan, tetap setia mengajar menggunakan sepeda ontel meski masa pensiun tinggal menghitung hari setelah 38 tahun mengabdi.

Sitti Rahmah, guru SD di Bangkalan, tetap setia mengajar menggunakan sepeda ontel meski masa pensiun tinggal menghitung hari setelah 38 tahun mengabdi.

EJABERITA.CO | Bangkalan – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini yang terangkum dalam karya legendarisnya, Habis Gelap Terbitlah Terang, nyata hidup dalam sosok Sitti Rahmah (60), seorang guru sekolah dasar di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Selama 38 tahun mengabdi di dunia pendidikan, Sitti Rahmah menunjukkan dedikasi tanpa henti. Warga Kelurahan Kraton, Bangkalan ini dikenal sebagai pribadi sabar, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam mendidik generasi muda.

Perjalanan pengabdiannya tidak mudah. Sejak pertama diangkat sebagai guru pada Maret 1988 di SDN Morombu 1, Kecamatan Kwanyar, ia harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 4 kilometer setiap hari selama delapan tahun.

“Waktu itu tidak ada kendaraan. Saya jalan kaki naik gunung, turun gunung,” kenangnya.

Dengan gaji pertama sebesar Rp18.000 per bulan, Sitti tetap teguh menjalankan tugasnya. Bahkan, ia kerap mengajar sambil menggendong anak pertamanya demi tidak meninggalkan kewajiban sebagai pendidik.

“Delapan tahun saya mengajar di Morombu 1 itu jalan kaki, terkadang sambil menggendong anak. Saya tidak ingin meninggalkan tugas negara,” ujarnya.

PNPM Tantang Petronas Bayar Ganti Rugi Rumpon Rp6 Miliar Sebelum Bangun Pasar Ikan

Pada 1996, Sitti dimutasi ke SDN Tunjung 1, Kecamatan Burneh. Gajinya meningkat menjadi Rp38.000 per bulan. Dari hasil tabungan, ia akhirnya mampu membeli sepeda ontel yang kemudian menjadi teman setianya selama 14 tahun bertugas.

Kariernya terus berlanjut. Tahun 2010, ia dipindahkan ke SDN Demangan 1 Bangkalan hingga 2014, sebelum dipercaya menjadi kepala sekolah di SDN Jangkar, Kecamatan Tanah Merah sampai 2017.

Sejak 2017 hingga kini, Sitti kembali mengajar di SDN Demangan 1 untuk menuntaskan masa baktinya. Meski usia tak lagi muda, semangatnya tetap menyala. Ia bahkan masih setia berangkat ke sekolah menggunakan sepeda.

“Sampai saat ini, saya tetap pergi mengajar memakai sepeda. Masa pensiun saya tinggal beberapa hari lagi,” tuturnya haru.

Di tengah kesibukannya sebagai guru, Sitti juga menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Ia harus bangun lebih awal setiap hari untuk menyiapkan kebutuhan keluarga sebelum berangkat mengajar.

“Pagi-pagi sekali harus sudah bangun untuk menyiapkan sarapan keluarga,” katanya.

Baginya, sosok Kartini bukan sekadar simbol, melainkan sumber inspirasi dalam menjalani kehidupan. Ia percaya, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju melalui pendidikan dan kerja keras.

Dari perjalanan panjangnya, Sitti berpesan kepada generasi muda bahwa keberhasilan tidak datang secara instan.

“Wanita berkualitas yang tangguh adalah mereka yang dilahirkan melalui keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi ujian hidup,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru