Ratusan Sampel Diuji, 84 Siswa Bangkalan Jadi Korban Dugaan Keracunan MBG

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah siswa menjalani perawatan di ruang rawat Puskesmas Kokop, Kabupaten Bangkalan, setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sedikitnya 84 siswa tercatat menjadi korban dan masih menunggu hasil investigasi laboratorium.

Sejumlah siswa menjalani perawatan di ruang rawat Puskesmas Kokop, Kabupaten Bangkalan, setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga kini, sedikitnya 84 siswa tercatat menjadi korban dan masih menunggu hasil investigasi laboratorium.

EJABERITA.CO|BANGKALAN – Kasus dugaan keracunan yang menimpa puluhan pelajar penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, terus menjadi perhatian. Hingga Jumat (5/6/2026), jumlah korban yang mendapatkan penanganan medis tercatat mencapai 84 siswa.

Para siswa tersebut diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangkalan Kokop Dupok 1 pada Kamis (4/6/2026). Gejala yang dialami korban di antaranya pusing, mual, sakit perut, hingga muntah-muntah.

Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengatakan seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kokop dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Jumlah siswa yang masuk Puskesmas setelah mengonsumsi menu MBG mencapai 84 orang,” ujarnya.

Awalnya, laporan yang diterima hanya mencatat sekitar 52 siswa mengalami gejala serupa. Namun, setelah pendataan lebih lanjut dilakukan, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai 84 siswa yang berasal dari jenjang SD hingga SMA.

Selain para pelajar, satu orang wali murid juga dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang oleh anaknya. Dugaan tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi yang dilakukan petugas.

Meski sebagian besar korban telah diperbolehkan pulang setelah menjalani observasi, beberapa siswa masih menjalani perawatan untuk memastikan kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian diketahui terdiri dari nasi, sate bumbu kacang, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka. Seluruh korban merupakan penerima manfaat dari dapur penyedia yang sama, yakni SPPG Pangkalan Kokop Dupok 1 yang berada di bawah naungan Yayasan Langkah Bersama Kita.

Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan telah mengambil berbagai sampel untuk diperiksa di laboratorium. Sampel yang diuji meliputi makanan yang diduga menjadi pemicu keracunan, bahan baku, hingga sampel muntahan dari para korban.

Proses investigasi dan pengujian laboratorium diperkirakan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan sumber kontaminasi serta langkah tindak lanjut yang akan diambil oleh pihak berwenang.

Sebagai langkah antisipasi, operasional dapur MBG SPPG Pangkalan Kokop Dupok 1 untuk sementara dihentikan hingga hasil investigasi dan uji laboratorium selesai. Kasus ini juga telah dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Diketahui, dapur MBG tersebut melayani kebutuhan makanan bergizi bagi 40 sekolah dan 10 posyandu dengan total 3.723 penerima manfaat. Besarnya jumlah penerima manfaat membuat kasus ini menjadi sorotan serius dan memunculkan tuntutan agar pengawasan kualitas makanan dalam program MBG diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru