EJABERITA.CO | BANGKALAN – Aksi teror pocong membawa celurit yang sempat viral dan meresahkan warga Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akhirnya terungkap. Setelah dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, aksi tersebut diketahui hanyalah ulah sejumlah pemuda yang membuat konten untuk media sosial.
Sebelumnya, rekaman CCTV dan video amatir warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sosok berpakaian pocong berjalan melompat-lompat di sekitar permukiman warga di Desa Larangan Glintong, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan.
Dalam video tersebut, sosok pocong itu juga tampak membawa senjata tajam jenis celurit. Penampilan yang menyeramkan itu membuat warga khawatir dan memunculkan isu adanya teror misterius di wilayah setempat.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihak kepolisian segera bergerak setelah video tersebut menjadi perbincangan masyarakat dan menimbulkan keresahan.
“Teror pocong itu ulah beberapa pemuda yang iseng membuat konten. Kejadian tersebut kemudian viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Polsek Klampis yang mendapat dukungan dari Polres Bangkalan langsung melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi para pelaku.
Hasilnya, petugas berhasil mengamankan tujuh pemuda yang terlibat dalam pembuatan video tersebut. Mereka kemudian dimintai keterangan terkait motif dan tujuan pembuatan konten yang sempat menghebohkan warga itu.
Dari hasil pemeriksaan, para pemuda mengakui bahwa aksi tersebut hanya dibuat untuk kebutuhan konten media sosial dan tidak berkaitan dengan aksi teror yang sebenarnya.
“Bahwasanya isu teror pocong di Bangkalan itu tidak pernah ada,” tegas Agung.
Sebagai langkah pembinaan, ketujuh pemuda tersebut diberikan edukasi dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang dapat memicu kepanikan masyarakat.
Polres Bangkalan juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kami berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Isu adanya teror pocong di Bangkalan itu tidak benar,” pungkasnya.(*)
Editor : Arfa

















Komentar