Hidup dalam Gelap dan Sepi, Muslimah Tunanetra di Sampang Bertahan dari Belas Kasih Tetangga

Jumat, 24 April 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muslimah (61), perempuan tunanetra di Dusun Kebun, Desa Baturasang, Sampang, berdiri di depan rumah sederhana tempat ia menjalani hidup seorang diri dengan mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.

Muslimah (61), perempuan tunanetra di Dusun Kebun, Desa Baturasang, Sampang, berdiri di depan rumah sederhana tempat ia menjalani hidup seorang diri dengan mengandalkan bantuan dari tetangga sekitar.

EJABERITA.CO | Sampang – Di sebuah sudut Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, hidup seorang perempuan tunanetra bernama Muslimah (61) yang menjalani hari-harinya dalam kesunyian dan keterbatasan.

Tanpa penglihatan, tanpa pasangan, dan kini tanpa orang tua, Muslimah harus bertahan hidup seorang diri. Kisah pilunya menjadi perhatian warga sekitar yang menilai kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan.

Menurut warga setempat, Zaimah, sejak dulu Muslimah tidak pernah menikah dan sepenuhnya bergantung pada kedua orang tuanya.

“Dia tidak pernah menikah, dulu tinggal bersama orang tuanya. Semua kebutuhan hidupnya bergantung pada orang tua,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Namun sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, kehidupan Muslimah berubah drastis. Ia kini harus menjalani hari-hari dalam kesendirian, tanpa pendamping tetap yang merawatnya.

Sesekali, Muslimah mendapat bantuan dari keponakannya. Namun, kondisi sang keponakan yang juga telah lanjut usia membuat bantuan tersebut tidak bisa maksimal.

“Sekarang dibantu ponakan laki-lakinya, tapi kondisinya juga sudah tua, jadi tidak bisa maksimal,” lanjut Zaimah.

Untuk sekadar bertahan hidup, Muslimah mengandalkan belas kasih dari lingkungan sekitar. Tetangga kerap memberinya makanan, sementara bantuan dari keluarga yang bekerja di Surabaya datang tidak menentu.

“Kadang makan dikasih tetangga, kadang juga dari saudaranya yang kerja di Surabaya,” katanya.

Kondisi ini memantik keprihatinan warga lainnya. Halili, warga setempat, menilai Muslimah seharusnya sudah sejak lama mendapatkan perhatian dari pemerintah.

“Melihat keadaannya sangat memprihatinkan. Harusnya sudah lama dapat bantuan dari pemerintah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti belum adanya bantuan nyata yang diterima Muslimah hingga saat ini.

“Selama ini belum ada bantuan yang datang. Padahal kondisinya sangat membutuhkan,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah desa hingga dinas terkait segera turun tangan melakukan pendataan dan memberikan bantuan sosial yang layak, agar Muslimah dapat menjalani hidup dengan lebih manusiawi di tengah keterbatasannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang, Moh. Anwari Abdullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan petugas untuk mengecek kondisi Muslimah.

Ia mengungkapkan, kendala utama saat ini adalah Muslimah belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk proses administrasi kependudukan.

“Perlu peran pemerintah desa untuk melakukan pendataan pada warganya, bisa memanfaatkan peran operator desa,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru