EJABERITA.CO | Sampang – Di sebuah sudut Dusun Kebun, Desa Baturasang, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, hidup seorang perempuan tunanetra bernama Muslimah (61) yang menjalani hari-harinya dalam kesunyian dan keterbatasan.
Tanpa penglihatan, tanpa pasangan, dan kini tanpa orang tua, Muslimah harus bertahan hidup seorang diri. Kisah pilunya menjadi perhatian warga sekitar yang menilai kondisinya sangat memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan.
Menurut warga setempat, Zaimah, sejak dulu Muslimah tidak pernah menikah dan sepenuhnya bergantung pada kedua orang tuanya.
“Dia tidak pernah menikah, dulu tinggal bersama orang tuanya. Semua kebutuhan hidupnya bergantung pada orang tua,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Namun sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, kehidupan Muslimah berubah drastis. Ia kini harus menjalani hari-hari dalam kesendirian, tanpa pendamping tetap yang merawatnya.
Sesekali, Muslimah mendapat bantuan dari keponakannya. Namun, kondisi sang keponakan yang juga telah lanjut usia membuat bantuan tersebut tidak bisa maksimal.
“Sekarang dibantu ponakan laki-lakinya, tapi kondisinya juga sudah tua, jadi tidak bisa maksimal,” lanjut Zaimah.
Untuk sekadar bertahan hidup, Muslimah mengandalkan belas kasih dari lingkungan sekitar. Tetangga kerap memberinya makanan, sementara bantuan dari keluarga yang bekerja di Surabaya datang tidak menentu.
“Kadang makan dikasih tetangga, kadang juga dari saudaranya yang kerja di Surabaya,” katanya.
Kondisi ini memantik keprihatinan warga lainnya. Halili, warga setempat, menilai Muslimah seharusnya sudah sejak lama mendapatkan perhatian dari pemerintah.
“Melihat keadaannya sangat memprihatinkan. Harusnya sudah lama dapat bantuan dari pemerintah,” tegasnya.
Ia juga menyoroti belum adanya bantuan nyata yang diterima Muslimah hingga saat ini.
“Selama ini belum ada bantuan yang datang. Padahal kondisinya sangat membutuhkan,” tambahnya.
Warga berharap pemerintah desa hingga dinas terkait segera turun tangan melakukan pendataan dan memberikan bantuan sosial yang layak, agar Muslimah dapat menjalani hidup dengan lebih manusiawi di tengah keterbatasannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang, Moh. Anwari Abdullah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan petugas untuk mengecek kondisi Muslimah.
Ia mengungkapkan, kendala utama saat ini adalah Muslimah belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk proses administrasi kependudukan.
“Perlu peran pemerintah desa untuk melakukan pendataan pada warganya, bisa memanfaatkan peran operator desa,” pungkasnya.(*)
Editor : Arfa

















Komentar