Surabaya Temukan Kasus Cacing Hati dan Cacing Pita pada Hewan Kurban

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cacing hati yang ditemukan pada organ hewan.

Ilustrasi cacing hati yang ditemukan pada organ hewan.

EJABERITA.CO | SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menemukan sejumlah kasus cacing hati dan satu kasus cacing pita pada hewan kurban selama pelaksanaan Iduladha 1447 Hijriah. Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya memastikan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat tetap aman untuk dikonsumsi.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil pengawasan kesehatan hewan kurban yang dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik pemotongan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan petugas melakukan pemeriksaan mulai dari tahap antemortem atau sebelum hewan disembelih hingga pemeriksaan postmortem setelah proses penyembelihan berlangsung.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sekitar 20 lokasi pemotongan yang terdapat kasus cacing hati serta satu lokasi yang ditemukan cacing pita atau yang dikenal masyarakat sebagai cacing nasi.

“Pengawasan dilakukan di 31 kecamatan dengan total 296 lokasi pemotongan hewan kurban. Seluruh organ yang terindikasi terinfeksi langsung dipisahkan dan dimusnahkan sehingga tidak sampai beredar di masyarakat,” kata Nanik, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan aktif petugas di lapangan dan bukan berasal dari laporan masyarakat. Langkah pemisahan organ yang terinfeksi dilakukan untuk menjamin keamanan pangan asal hewan yang akan dikonsumsi masyarakat.

Selain menemukan kasus cacing, DKPP juga mendapati satu ekor sapi yang diduga terpapar skabies saat pemeriksaan di lapak penjualan hewan kurban. Hewan tersebut segera diisolasi guna mencegah kemungkinan penyebaran penyakit.

Petugas juga menemukan sejumlah hewan yang mengalami kelelahan akibat perjalanan panjang dari daerah asal menuju Surabaya. Kondisi tersebut ditangani dengan pemberian vitamin dan perawatan yang diperlukan agar kesehatan hewan tetap terjaga hingga proses penyembelihan.

Nanik menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan cacing hati pada hewan kurban. Menurutnya, bagian yang perlu mendapat perhatian adalah organ hati yang terinfeksi, sementara daging tetap aman dikonsumsi apabila telah melalui pemeriksaan dan tidak tercemar.

Karena itu, DKPP terus memberikan edukasi kepada panitia kurban dan pengurus masjid agar lebih teliti dalam memeriksa organ dalam hewan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

“Organ hati yang mengandung cacing tidak boleh diedarkan. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Selama periode pengawasan Iduladha, DKPP Surabaya melakukan pemeriksaan postmortem terhadap 2.123 ekor sapi, 4.772 ekor kambing, dan 133 ekor domba. Sementara pemeriksaan antemortem di lapak penjualan mencakup 4.890 ekor sapi, 11.142 ekor kambing, serta 452 ekor domba.

Pemkot Surabaya menilai pengawasan kesehatan hewan kurban dari hulu hingga hilir menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan ibadah kurban berjalan lancar sekaligus menghasilkan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi masyarakat.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru