EJABERITA.CO | SAMPANG – Kebangkitan grup musik legendaris asal Kabupaten Sampang, The Orion Band, kembali mencuri perhatian publik. Band yang dikenal melalui lagu fenomenal “Maafkan Aku” itu kini bersiap menata langkah baru di industri musik nasional setelah karya mereka kembali viral di berbagai platform digital.
Momentum tersebut ditandai dengan kedatangan vokalis sekaligus pencipta lagu The Orion Band, Tias, ke Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang, Senin (15/6/2026). Kedatangannya bertujuan untuk mengurus pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya musik yang telah melambungkan nama grup tersebut sejak tahun 2008.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap lagu “Maafkan Aku” yang belakangan menjadi perbincangan publik. Viralitas lagu tersebut bahkan sempat memunculkan berbagai klaim kepemilikan dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak atas karya tersebut.
Dengan proses pendaftaran HKI, The Orion Band berharap status kepemilikan lagu dapat memiliki landasan hukum yang jelas sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam proses pengurusan HKI tersebut, Tias mendapat dukungan dari sejumlah tokoh, di antaranya Penjabat Kepala Desa Labang, Kecamatan Sreseh, Marzuki, serta musisi senior Madura, Inank Pelangi dari Pelangi Band dan Pelangi Entertainment.
Mereka turut mendampingi dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah legal yang ditempuh The Orion Band demi menjaga orisinalitas karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan musik Madura.
Sebagai vokalis utama, Tias dikenal memiliki karakter suara khas yang menjadi identitas kuat The Orion Band. Karakter vokalnya dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat lagu-lagu mereka mudah dikenali dan sulit ditiru oleh musisi lain.
Band yang berasal dari Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang tersebut sebenarnya bukan nama baru di dunia musik. Sejak merilis lagu “Maafkan Aku” pada 2008, The Orion Band telah memiliki basis pendengar yang cukup luas, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur.
Kini, setelah lagu tersebut kembali populer di kalangan generasi muda melalui media sosial, The Orion Band berharap momentum ini dapat membuka peluang lebih besar untuk kembali eksis di panggung musik nasional.
Tias menegaskan bahwa viralnya lagu “Maafkan Aku” bukanlah tujuan akhir. Baginya, popularitas di media sosial hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang seorang musisi.
“Semua butuh proses. Perjalanan panjang ini menjadi bukti kuat untuk meraih mimpi. Selain memberikan karya yang layak di telinga publik, saya juga berkomitmen membawa nama Sampang agar lebih dikenal luas, karena Sampang adalah kota kelahiran saya,” ujar Tias.
Sementara itu, Inank Pelangi mengajak para musisi muda di Kabupaten Sampang dan Madura untuk terus berkarya tanpa takut bersaing di industri musik yang semakin kompetitif.
Menurutnya, karya yang dibuat dengan ketulusan dan kualitas yang baik pada akhirnya akan menemukan jalannya sendiri untuk dikenal masyarakat.
“Untuk band-band di Sampang, jangan takut berkarya dan membuat lagu sendiri. Kita terbukti mendapat dukungan dari pemerintah. Yakinlah setiap lagu yang dibuat dengan hati akan menemukan waktunya untuk dikenal luas. The Orion Band adalah salah satu buktinya,” kata Inank.
Dukungan juga datang dari Penjabat Kepala Desa Labang, Marzuki. Ia mengaku bangga atas pencapaian dan semangat yang ditunjukkan Tias bersama The Orion Band dalam memperjuangkan hak cipta karya mereka.
Marzuki berharap Pemerintah Kabupaten Sampang dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap potensi industri kreatif lokal, khususnya di bidang musik, sehingga talenta-talenta daerah mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan The Orion Band menjadi bukti bahwa putra daerah memiliki kemampuan untuk menghasilkan karya yang mampu diterima masyarakat luas apabila mendapatkan dukungan dan ruang yang memadai untuk berkembang.(*)














Komentar