
EJABERITA.CO | BANGKALAN – Berkebun tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Di tengah keterbatasan ruang, terutama di kawasan perkotaan, masyarakat tetap dapat memanfaatkan pekarangan menjadi lahan produktif.
Hal itu dibuktikan oleh Dinas Pertaian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan yang menyulap pekarangan kantornya menjadi kebun melon. Lahan kosong seluas sekitar 100 meter persegi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dipenuhi ratusan polybag berisi tanaman melon.
Sebanyak 200 polybag ditata mengelilingi pekarangan kantor. Tanaman melon yang merambat di sekeliling area tersebut bahkan berfungsi sebagai pagar alami, sehingga menciptakan suasana kantor yang lebih hijau, asri, dan produktif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP2KP Bangkalan, CHK Karyadinata, mengatakan gagasan memanfaatkan pekarangan kantor telah dirintis sejak dua tahun lalu. Berbekal latar belakang pendidikan di bidang pertanian, ia berinisiatif menyediakan ratusan polybag untuk dijadikan media budidaya.
“Ada sekitar 200 polybag yang rata-rata ditanami melon,” ujarnya.
Sebelum membudidayakan melon, pekarangan tersebut lebih dahulu ditanami cabai dan tomat. Namun, sekitar tiga bulan lalu, pihaknya mulai mengembangkan budidaya melon serta beberapa jenis tanaman buah lainnya.
Menurut CHK, program tersebut bukan sekadar mempercantik lingkungan kantor, melainkan juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang konsep pertanian perkotaan atau urban farming. Ia ingin menunjukkan bahwa bertani tetap bisa dilakukan meski hanya memiliki lahan yang terbatas.
“Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa bertani itu mudah dan menyenangkan,” katanya.
Ia menjelaskan, perawatan tanaman melon relatif sederhana. Tanaman hanya membutuhkan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore. Aktivitas tersebut juga tidak mengganggu jam kerja para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DP2KP.
Bahkan, kata CHK, para pegawai justru antusias merawat tanaman karena menjadi bagian dari penilaian kinerja internal.
“Di kantor ini ada program pemilihan ASN terbaik setiap bulan. Para pegawai berlomba-lomba merawat tanaman sebelum masuk kerja atau setelah jam kantor selesai,” jelasnya.
Saat ini, tanaman melon telah memasuki fase berbuah dan diperkirakan siap dipanen sekitar dua minggu lagi. Menariknya, hasil panen tersebut sudah banyak dipesan, baik oleh pegawai di lingkungan kantor maupun masyarakat sekitar.
“Sekitar dua minggu lagi buah melon ini sudah siap dipanen,” pungkasnya.
Selain melon, pekarangan kantor DP2KP Bangkalan juga ditanami berbagai komoditas pangan lainnya, seperti blewah, tomat, dan cabai. Keberadaan beragam tanaman tersebut menjadikan kawasan kantor sebagai ekosistem pangan mini sekaligus contoh nyata pemanfaatan lahan sempit untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah perkotaan. (*)
Penulis : Imamudin
Editor : din














Komentar