Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan rusak, irigasi, Waduk Nipah, air bersih, hingga pembangunan pesantren menjadi aspirasi utama masyarakat dalam Reses Masa Persidangan III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem, H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd., di Desa Murbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Seluruh usulan warga akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi maupun dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten agar dapat segera ditindaklanjuti.

Jalan rusak, irigasi, Waduk Nipah, air bersih, hingga pembangunan pesantren menjadi aspirasi utama masyarakat dalam Reses Masa Persidangan III Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem, H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd., di Desa Murbatoh, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Seluruh usulan warga akan diperjuangkan sesuai kewenangan pemerintah provinsi maupun dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten agar dapat segera ditindaklanjuti.

SAMPANG | EJABERITA.CO – Kerusakan infrastruktur masih menjadi persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Mulai dari jalan rusak, irigasi yang belum optimal, krisis air bersih saat musim kemarau, hingga pembangunan fasilitas pendidikan dan pondok pesantren menjadi aspirasi yang mencuat dalam Reses Masa Persidangan (MP) III Tahun Sidang 2025–2026 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi Partai NasDem, H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd.

Kegiatan reses yang berlangsung di Desa Murbatoh, Kecamatan Banyuates, Jumat (25/7/2026), dihadiri tokoh masyarakat, kepala desa, petani, guru ngaji, pelaku UMKM, hingga pengasuh pondok pesantren. Forum tersebut dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Aspirasi yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan kondisi jalan. Warga mengeluhkan ruas jalan provinsi Banyuates–Tambelangan yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Bahkan, sebagian ruas jalan terpaksa diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat agar tetap dapat dilalui kendaraan.

Selain itu, masyarakat juga meminta perhatian terhadap ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Bumianyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan dengan Desa Terosan, Kecamatan Banyuates hingga Kecamatan Blega. Jalan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lintas daerah, namun kondisinya telah lama rusak.

Warga Desa Murbatoh juga mengusulkan pengaspalan jalan desa serta perbaikan ruas jalan provinsi dari Jalan Raya Batioh menuju Waduk Nipah di Desa Montor yang menjadi akses vital bagi masyarakat dan petani.

Di sektor pertanian, masyarakat menyoroti belum optimalnya pembangunan jaringan irigasi yang memanfaatkan Waduk Nipah. Mereka meminta adanya pengawasan terhadap pelaksanaan program irigasi serta bantuan sarana irigasi agar manfaat waduk dapat dirasakan secara maksimal oleh petani di Desa Montor dan Nagasareh.

Selain itu, para petani juga berharap adanya bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas pertanian dan menekan biaya produksi.

Persoalan air bersih juga menjadi keluhan utama warga Desa Banyuates. Setiap musim kemarau, masyarakat mengaku mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga peternakan. Karena itu, mereka mengusulkan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang.

Di bidang pendidikan dan keagamaan, Pondok Pesantren Al Jauhariyah mengusulkan pembangunan gorong-gorong untuk mengatasi banjir yang kerap mengganggu aktivitas belajar mengajar. Pesantren tersebut juga berharap adanya bantuan pembangunan sarana olahraga bagi para santri.

Sementara itu, Pondok Pesantren Putri Al-Aisyiyah dan Pondok Pesantren Al Jauhari mengajukan bantuan renovasi bangunan yang hingga kini belum selesai. STAI Al Muntahi di Desa Kembang Jeruk turut mengusulkan pembangunan gedung baru guna menunjang kegiatan akademik.

Pada sektor ekonomi, pelaku UMKM batik di Kecamatan Banyuates dan Ketapang berharap pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, serta perluasan akses pemasaran. Warga juga mengusulkan adanya program insentif kesejahteraan bagi guru ngaji sebagai bentuk penghargaan atas peran mereka dalam pendidikan keagamaan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Mohammad Nasih Aschal menegaskan seluruh usulan masyarakat akan menjadi prioritas perjuangannya di DPRD Provinsi Jawa Timur.

“Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami inventarisasi. Yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan kami kawal di DPRD, sedangkan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten akan kami koordinasikan agar mendapat tindak lanjut,” ujar Nasih Aschal.

Politisi Partai NasDem itu berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sampang, serta masyarakat dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi warga, sehingga pembangunan di Kecamatan Banyuates berjalan lebih merata dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, reses bukan sekadar agenda formal anggota legislatif, tetapi menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan masyarakat untuk memastikan program pembangunan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami ingin setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga terealisasi sesuai kewenangan yang ada,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB