SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas petugas di dapur SPPG Gili Timur, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Pengelola memastikan operasional dapur menerapkan standar kebersihan dan pengelolaan limbah sesuai ketentuan BGN.

Aktivitas petugas di dapur SPPG Gili Timur, Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Bangkalan. Pengelola memastikan operasional dapur menerapkan standar kebersihan dan pengelolaan limbah sesuai ketentuan BGN.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Ketua sekaligus mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gili Timur, H. Subaidi, membantah adanya dugaan bau tak sedap yang disebut berasal dari dapur Yayasan Laili Izzatul Faiqoh di Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.

Sebelumnya, beredar pemberitaan mengenai dugaan keluhan warga terkait bau tak sedap dari dapur SPPG tersebut. Dalam pemberitaan itu juga muncul dorongan agar instansi terkait melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

Namun, berdasarkan pengecekan langsung masyarakat dan sejumlah awak media di lokasi pada Rabu (19/8/2026), tidak ditemukan bau menyengat yang berasal dari area dapur SPPG Gili Timur. Dapur tersebut juga diketahui telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

H. Subaidi mempertanyakan lokasi maupun sumber bau yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa operasional dapur SPPG Gili Timur telah dirancang dengan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dan standar yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurutnya, penerapan standar tersebut mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan dapur hingga pengelolaan limbah agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Semua standar BGN sudah kami penuhi 100 persen, mulai dari sistem alur kerja dapur, penggunaan bahan food grade, hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terintegrasi dengan grease trap. Jadi air olahan limbah dapur itu diproses terlebih dahulu sehingga keluar dalam kondisi jernih dan tidak berbau,” ujar H. Subaidi, Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, dapur SPPG Gili Timur memiliki grease trap atau perangkap lemak serta sistem IPAL dengan proses bio-filter. Sistem tersebut digunakan untuk mengolah air limbah sebelum dialirkan keluar dari area dapur.

H. Subaidi juga menegaskan bahwa kebersihan menjadi salah satu perhatian utama dalam operasional SPPG. Ia mempersilakan masyarakat maupun pihak terkait melakukan pengecekan langsung untuk melihat kondisi dapur dan lingkungan sekitar.

“Kalau memang ada bau tak sedap, kami ingin tahu tempatnya di mana dan sumbernya dari mana. Silakan dicek langsung ke lokasi,” tegasnya.

Warga Sebut Tidak Terganggu

Sementara itu, Alvin Kurniasih, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi SPPG Gili Timur, mengatakan bahwa selama ini dirinya tidak mencium bau menyengat yang berasal dari dapur tersebut.

“Sepengetahuan saya dan warga sekitar, tidak ada bau tak sedap yang berasal dari dapur SPPG. Lingkungan di sini tetap bersih dan aman. Kami justru merasa tidak terganggu sama sekali dengan keberadaan operasional dapur tersebut,” ungkap Alvin.

Menurut Alvin, keberadaan dapur SPPG justru memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sejumlah warga lokal disebut ikut dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam kegiatan operasional dapur.

“Warga sekitar justru merasa sangat terbantu dengan adanya dapur SPPG ini. Banyak tetangga dan warga lokal yang ikut dipekerjakan di dapur milik H. Subaidi. Keberadaannya benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sini,” katanya.

Pihak SPPG Gili Timur menyatakan terbuka terhadap pengecekan langsung dari masyarakat maupun instansi terkait. Langkah tersebut dinilai penting agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara objektif dan informasi yang berkembang dapat diklarifikasi berdasarkan fakta di lokasi.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru