Bawa Pasien Sakit, Warga Talango Diminta Rp50 Ribu di Tongkang Kalianget, Diduga Pungli

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas penyeberangan tongkang rute Talango–Kalianget di Sumenep yang dikeluhkan warga terkait dugaan pungutan liar saat kondisi darurat medis.

Aktivitas penyeberangan tongkang rute Talango–Kalianget di Sumenep yang dikeluhkan warga terkait dugaan pungutan liar saat kondisi darurat medis.

EJABERITA.CO | Sumenep – Dugaan pungutan liar mencuat di layanan penyeberangan tongkang rute Talango–Kalianget, Sumenep. Seorang warga Kecamatan Talango, Elman, mengaku diminta membayar biaya tambahan saat membawa pasien sakit yang harus segera dirujuk ke rumah sakit di wilayah daratan.

Elman menuturkan, kejadian tersebut terjadi ketika ia menggunakan tongkang Karjon untuk menyeberangkan pasien dalam kondisi mendesak.

“Saya bawa orang sakit itu buru-buru sekali karena harus segera ke rumah sakit. Di situ saya naik tongkang Karjon dikenakan biaya Rp50 ribu, katanya aturan kalau bawa penumpang orang sakit,” ujarnya, Rabu (6/5).

Menurutnya, pungutan tersebut terasa janggal. Pasalnya, dalam waktu bersamaan terdapat kendaraan lain yang ikut menyeberang, namun tidak dikenai biaya tambahan serupa.

“Di situ ada mobil lagi. Saat saya tanyakan, mobil itu dibilang menumpang ke saya. Tapi mobil lain itu bayarnya normal, tidak ada tambahan,” tuturnya.

Ia pun mempertanyakan dasar penetapan tarif tersebut, terlebih dalam kondisi darurat medis yang seharusnya mendapat kemudahan akses transportasi.

Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai aturan resmi terkait tarif tambahan bagi penumpang yang membawa pasien sakit di jalur penyeberangan tersebut.

Redaksi telah berupaya mengonfirmasi pihak pengelola tongkang Karjon melalui pesan WhatsApp untuk memastikan kebenaran dugaan tersebut. Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru