Cari Rumput Tak Kunjung Pulang, Lansia 70 Tahun di Sampang Ditemukan Tewas di Waduk

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian dari Polsek Karang Penang mendatangi rumah duka di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, untuk menyampaikan hasil pencarian dan memastikan proses evakuasi jenazah Sarima (70), lansia yang ditemukan meninggal dunia di waduk setempat, Rabu (28/1/2026).

Petugas kepolisian dari Polsek Karang Penang mendatangi rumah duka di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, untuk menyampaikan hasil pencarian dan memastikan proses evakuasi jenazah Sarima (70), lansia yang ditemukan meninggal dunia di waduk setempat, Rabu (28/1/2026).

SAMPANG | Peristiwa memilukan terjadi di Dusun Angsana Barat, Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang. Seorang lansia bernama Sarima (70) ditemukan meninggal dunia di sebuah waduk setelah dilaporkan hilang selama tiga hari.

Korban sebelumnya berpamitan kepada anaknya untuk mencari rumput sebagai pakan ternak pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Namun hingga larut malam, Sarima tak kunjung pulang ke rumah.

Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengatakan keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sekitar rumah korban, namun tidak membuahkan hasil.

“Karena korban tidak ditemukan, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karang Penang pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB untuk membantu proses pencarian,” jelas AKP Eko.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil tiga hari kemudian. Pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 14.20 WIB, anak korban menerima kabar bahwa Sarima ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di waduk Desa Tlambah, sekitar dua kilometer dari rumah korban.

Mendapatkan informasi tersebut, keluarga korban bersama warga sekitar segera melakukan evakuasi dan membawa jenazah ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

“Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Surat pernyataan telah dibuat dan ditandatangani oleh ketiga anak korban,” ungkap AKP Eko.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga meninggal dunia akibat tenggelam di waduk tersebut.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru