Dikritik Soal Menu MBG, SPPG Tambaan Sampang Buka-bukaan: Anggaran Tak Bisa Dihabiskan Semua

Senin, 26 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Owner SPPG Tambaan, Yayasan Babur Rizki, Eko Haryono (tengah), memberikan keterangan kepada wartawan terkait klarifikasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Senin (26/1/2026).

Owner SPPG Tambaan, Yayasan Babur Rizki, Eko Haryono (tengah), memberikan keterangan kepada wartawan terkait klarifikasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Senin (26/1/2026).

SAMPANG | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambaan, Yayasan Babur Rizki, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, akhirnya buka suara menanggapi kritik masyarakat terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan kepada siswa.

Owner SPPG Tambaan, Yayasan Babur Rizki, Eko Haryono, menegaskan bahwa pendistribusian menu MBG telah dilakukan sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, kritik yang muncul sebagian besar disebabkan oleh kesalahpahaman mengenai skema anggaran program tersebut.

“Kami sudah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya siswa didik di Kecamatan Camplong. Semua yang kami lakukan sudah sesuai aturan,” ujar Eko, Senin (26/1/2026).

Eko menjelaskan, persoalan menu tidak dapat dilepaskan dari pengaturan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah. Anggaran harian yang tercantum tidak seluruhnya dapat dibelanjakan secara langsung untuk kebutuhan dapur.

“Misalnya anggaran Rp30 juta per hari, itu tidak berarti Rp30 juta langsung dibelanjakan. Yang bisa digunakan hanya sekitar Rp15 juta sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut bukan keputusan sepihak pihak yayasan, melainkan aturan baku yang harus dipatuhi oleh seluruh SPPG.

“Ini bukan keputusan owner atau yayasan, tetapi sudah menjadi ketentuan. Setiap hari menu berbeda karena pembelanjaan juga berbeda, semuanya sudah ada patokan harga,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menyoroti masih adanya kesalahpahaman di tengah masyarakat, termasuk wali murid, terkait perhitungan anggaran MBG.

“Aturannya jelas. Jika anggaran Rp10 ribu dengan kuota 3.000 penerima, maka totalnya Rp30 juta per hari. Namun dana itu tidak seluruhnya masuk ke dapur. Kami harus menalangi terlebih dahulu, dan yang diperbolehkan hanya Rp15 juta,” paparnya.

Menurut Eko, kondisi inilah yang kerap memicu anggapan keliru bahwa menu MBG tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang diumumkan pemerintah.

Ke depan, ia berharap seluruh pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Sampang, dapat lebih cermat dan bijak dalam menyikapi informasi yang berkembang di masyarakat.

“Jangan langsung mengambil kesimpulan dari informasi yang belum jelas. Harus dilihat secara utuh dan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.

Ia juga mengajak pihak sekolah untuk tetap menjaga kekompakan demi keberlangsungan program MBG di wilayah Camplong.

“Kepada pihak sekolah, saya berharap tetap solid dan kompak demi menjaga nama baik bersama dan keberlanjutan program ini,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru