DKBP3A Bangkalan Evaluasi Penanganan Stunting, Komitmen Bersama Jadi Kunci Keberhasilan

Selasa, 9 Desember 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS)

Keterangan foto: Review Kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS)

BANGKALAN | Pemerintah Kabupaten Bangkalan terus berkomitmen dalam menurunkan prevalensi stunting.

Percepatan prevalensi penurunan stunting memerlukan komitmen yang kuat dari semua lembaga terkait.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Ja’far saat membuka kegiatan review kinerja Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) yang dilaksanakan oleh Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A), Selasa (09/12/25).

“Dengan upaya yang dilakukan ini semoga di tahun 2025 angka stunting di Bangkalan mengalami penurunan yang signifikan,” Ujar Wabup Fauzan.

Selain itu, kata mantan Ketua KPU tersebut penanganan penurunan angka stunting merupakan fokus utama dari Pemerintah Daerah.

” Ada 14 OPD terkait hingga stekholder sampai ke tingkat desa yang berkaitan langsung dengan penanganan angka stunting ini,” Ucapnya.

Fauzan menambahkan, review kinerja ini penting karena merupakan evaluasi secara menyeluruh dari lembaga terkait dalam penanganan angka stunting yang nantinya sebagai tolak ukur perbaikan.

” Kira kira apa yang menjadi kendala dalam penanganan percepatan stunting, melalui review kinerja ini semunya bisa diselesaikan bersama-sama,” Tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A Bangkalan, Sudiyo menyampaikan, bahwa di Tahun 2024 Kota Dzikir dan Sholawat angka stuntingnya cukup tinggi mencapai angka 17,7 persen

Mengingat target Nasional angka stunting di setiap daerah maksimal 14 persen, sehingga pihaknya terus menggenjot dengan memasifkan lagi penaganan stunting.

” Penilaian di tahun 2025 ini akan dilakukan sekitar bulan Februari atau Maret tahun 2026 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerjasama dengan lembaga independen,” Pungkasnya. (Ang/Ady)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru