Daerah

APBD Pamekasan Menyusut, Bupati Fokus Bangun Desa Terpencil

PAMEKASAN | Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan, namun Bupati KH. Kholilurrahman menegaskan pembangunan tetap menjadi prioritas, khususnya untuk desa-desa yang selama ini minim tersentuh pembangunan.

APBD Pamekasan 2026 tercatat sebesar Rp1,9 triliun, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,2 triliun. Penurunan ini disebabkan pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat sekitar Rp200 miliar.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Bupati menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menunda kebutuhan dasar masyarakat.

“Program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar warga harus tetap terpenuhi. Pembangunan harus merata di 13 kecamatan,” ujarnya.

Strategi Pemkab Pamekasan pada 2026 adalah memulai pembangunan dari desa-desa yang paling belum tersentuh, sebagai upaya mendorong pemerataan pembangunan dan memastikan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat.

KH. Kholilurrahman menambahkan, meski APBD menurun, pengelolaan anggaran secara selektif dan tepat sasaran akan membuat pembangunan tetap berjalan berkelanjutan. Fokusnya tetap pada infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan pemerataan pembangunan.

Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan kota dan kecamatan pusat, tetapi juga pelosok desa yang selama ini sering terlewat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *