Jalan Poros Kabupaten di Sokobanah Ambruk dan Terbelah, Ketua Komisi I DPRD Sampang Desak BPBD Turun Tangan Sebelum Timbul Korban

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jalan Poros Kabupaten di Dusun Bandan, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, rusak parah dan terbelah. Jalan tak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.

Kondisi Jalan Poros Kabupaten di Dusun Bandan, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Sampang, rusak parah dan terbelah. Jalan tak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan.

SAMPANG | Ejaberita.co – Kerusakan parah terjadi pada Jalan Poros Kabupaten yang berada di Dusun Bandan, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Badan jalan terlihat terbelah, ambles, dan dipenuhi material aspal serta batuan yang terkelupas, membuat akses jalan tidak lagi bisa dilalui kendaraan roda empat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, retakan memanjang membelah badan jalan hingga membentuk gundukan material di tengah jalur. Kondisi ini memaksa pengendara sepeda motor melintas secara bergantian dengan risiko tinggi tergelincir, sementara pejalan kaki harus ekstra waspada. Truk dan mobil dipastikan tidak dapat melintas karena lebar jalan efektif menyempit drastis.

Politisi Partai NasDem, Muhammad Salim, yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sampang, menyebut kondisi tersebut sangat membahayakan keselamatan masyarakat, terlebih jika hujan kembali mengguyur wilayah Sokobanah.

“Kalau hujan turun lagi, ini sangat membahayakan. Struktur jalan sudah rusak berat dan rawan longsor susulan. Saat ini saja mobil sudah tidak bisa lewat,”tegas Muhammad Salim, Sabtu (17/01/2026).

Menurutnya, jalan poros tersebut merupakan akses vital warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Jika dibiarkan tanpa penanganan cepat, bukan hanya aktivitas warga yang lumpuh, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas hingga korban jiwa.

Muhammad Salim secara tegas mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang agar segera turun ke lokasi untuk melakukan langkah darurat, minimal pemasangan pengamanan, rambu peringatan, serta penanganan sementara agar kerusakan tidak meluas.

“Saya mendesak BPBD Sampang segera bertindak, jangan menunggu ada korban dulu. Ini sudah masuk kategori kondisi darurat karena membahayakan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Sampang melalui dinas terkait tidak saling menunggu kewenangan, mengingat kondisi jalan sudah rusak berat dan berada di jalur yang setiap hari dilalui masyarakat.

Jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kembali terjadi, Salim khawatir badan jalan akan semakin ambles dan memutus total akses antarwilayah. Apalagi, kontur tanah di lokasi terlihat labil dengan sisi jalan berbatasan langsung dengan area terbuka.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan langsung dari BPBD Sampang maupun instansi teknis terkait di lokasi. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dan konkret sebelum kondisi semakin parah dan menelan korban.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru