Jeritan Perempuan Nelayan Masalembu: Laut Rusak, Tangkapan Menurun, Beban Rumah Tangga Makin Berat

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perempuan nelayan Masalembu tetap bertahan di tengah ancaman laut yang semakin sulit. Menurunnya hasil tangkapan ikan membuat ekonomi keluarga pesisir ikut terdampak.

EJABERITA.CO | SUMENEP – Kerusakan ekosistem laut di wilayah Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tidak hanya berdampak pada kehidupan nelayan, tetapi juga memberikan tekanan besar bagi perempuan dan keluarga pesisir yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

Sebagai kawasan kepulauan yang berada di jalur pertemuan arus laut Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, sebagian besar masyarakat Masalembu menjadikan sektor perikanan sebagai sumber utama penghasilan. Namun, menurunnya hasil tangkapan akibat berbagai persoalan, mulai dari aktivitas penangkapan yang merusak hingga perubahan kondisi lingkungan laut, membuat ekonomi masyarakat semakin terhimpit.

Dampak tersebut paling terasa di tingkat rumah tangga. Perempuan nelayan yang selama ini berperan dalam mengolah, menjual, dan mengatur keuangan keluarga kini harus menghadapi tantangan berat ketika pendapatan suami sebagai nelayan mengalami penurunan.

Perempuan Pulau Menanggung Beban Ganda

Bagi perempuan Masalembu, laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga penopang keberlangsungan keluarga. Mereka ikut berada dalam rantai ekonomi perikanan, mulai dari menjual ikan di pasar hingga memastikan kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi.

Namun, peran mereka sering kali belum mendapatkan pengakuan yang layak sebagai bagian dari sektor perikanan.

Di tengah kondisi hasil laut yang semakin tidak menentu, perempuan menjadi pihak yang harus mencari cara agar kebutuhan pangan keluarga tetap berjalan. Terlebih, harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan yang bergantung pada distribusi dari luar daerah turut mengalami kenaikan.

Melli Wulandari, salah satu perempuan nelayan sekaligus pedagang ikan di Pasar Masalembu, mengungkapkan dampak kerusakan laut sangat dirasakan oleh keluarganya.

“Bagi perempuan seperti saya, dampaknya sangat terasa kalau laut rusak. Kalau laut rusak, ikan berkurang bahkan bisa tidak ada. Pendapatan suami turun, sementara harga kebutuhan sehari-hari di pulau terus naik,” ujar Melli.

Menurutnya, kondisi laut yang semakin sulit tidak hanya berpengaruh pada nelayan, tetapi juga mengancam kehidupan generasi berikutnya yang masih bergantung pada hasil laut.

Harapan Laut Kembali Terjaga

Melalui momentum tradisi Rokat Tase’ (petik laut) yang digelar masyarakat Masalembu, kelompok perempuan nelayan berharap kelestarian laut kembali menjadi perhatian bersama.

Mereka mendorong adanya pengawasan lebih ketat serta penegakan aturan terhadap praktik yang dapat merusak ekosistem laut, agar sumber daya perikanan tetap tersedia bagi masyarakat.

“Karena itu saya berharap laut kita tetap dijaga, supaya laut bisa terus memberikan manfaat besar bagi kita semua, termasuk anak cucu kita nanti,” pungkas Melli. (*)

Penulis : Imamudin

Editor : Mam

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB