Kematian Janggal Prajurit TNI AL Bangkalan, Ada Luka Lebam, Keluarga Duga Penganiayaan

Senin, 4 Mei 2026 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga prajurit TNI AL asal Bangkalan menunjukkan foto almarhum Ghofirul Kasyfi saat menyampaikan kejanggalan atas kematiannya dan mendesak pengusutan secara transparan.

Keluarga prajurit TNI AL asal Bangkalan menunjukkan foto almarhum Ghofirul Kasyfi saat menyampaikan kejanggalan atas kematiannya dan mendesak pengusutan secara transparan.

EJABERITA.CO | Bangkalan – Kematian seorang prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) asal Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menyisakan tanda tanya besar. Ghofirul Kasyfi (22), prajurit muda berpangkat Kelasi Dua, meninggal dunia saat menjalankan tugas di salah satu kapal militer di Jakarta.

Jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kelurahan Kemayoran, Bangkalan, dan dimakamkan secara militer di tengah suasana duka yang mendalam. Namun, di balik prosesi tersebut, keluarga menyimpan kecurigaan atas penyebab kematian Ghofirul yang dinilai janggal.

Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban disebut meninggal dunia akibat bunuh diri di dalam kamar di KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat. Akan tetapi, keterangan tersebut langsung diragukan oleh pihak keluarga.

Ayah korban, Mahbub Madani, mengungkapkan adanya kejanggalan sejak awal. Ia menyebut sehari sebelum kabar kematian diterima, dua orang yang mengaku sebagai komandan sempat mendatangi rumahnya dan menyampaikan bahwa anaknya melarikan diri dari kapal tempatnya bertugas.

“Namun keesokan harinya kami justru mendapat kabar anak saya sudah meninggal dunia. Ini sangat janggal,” ujar Mahbub, Senin (04/05/2026).

Kecurigaan semakin menguat saat keluarga melihat langsung kondisi jenazah. Mahbub mengaku menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban, bahkan terdapat ceceran darah di area selangkangan. Ia juga membantah pernyataan oknum prajurit yang menyebut luka tersebut sebagai tanda lahir.

“Saya ayahnya, saya tahu kondisi anak saya sejak kecil. Tidak ada tanda lahir seperti itu,” tegasnya.

Tak hanya itu, beberapa minggu sebelum kejadian, korban sempat mengeluh kepada keluarga melalui sambungan telepon. Ia mengaku mendapatkan perlakuan keras dari seniornya di atas kapal, bahkan diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah orang.

Atas berbagai kejanggalan tersebut, pihak keluarga berencana melayangkan surat keberatan kepada TNI AL. Mereka juga mendesak agar dilakukan autopsi ulang secara menyeluruh dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

“Kami tidak terima jika anak saya disebut bunuh diri apabila kenyataannya ada dugaan penganiayaan,” kata Mahbub.

Keluarga menyatakan akan menerima dengan ikhlas apabila hasil penyelidikan membuktikan kematian korban murni tanpa unsur kekerasan. Namun, jika ditemukan indikasi tindak pidana, mereka menegaskan akan menuntut keadilan dan meminta kasus ini diproses secara hukum secara terbuka.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB