KH Imron Minta Sidak Total SPPG, MBG Jangan Sampai Jadi Bancakan

Senin, 2 Maret 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tokoh agama, pengasuh ponpes mambaus salam, Bangkalan, KH Imron Fattah.

Foto: Tokoh agama, pengasuh ponpes mambaus salam, Bangkalan, KH Imron Fattah.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Tokoh agama Bangkalan, pengasuh Ponpes Mambaus Salam, KH Imron Fattah, melontarkan peringatan keras kepada pemerintah agar segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) menyeluruh terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan itu disampaikan menyusul adanya laporan dugaan menu tak layak hingga indikasi pemotongan anggaran selama pelaksanaan MBG di bulan Ramadan. Jika benar terjadi, menurutnya, praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran teknis, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanat negara.

“Cek dan sidak ke SPPG yang bermain-main dalam program MBG,” tegas KH Imron, Senin (2/3/2026).

Ia mengakui kebijakan pemerintah mempertahankan MBG saat Ramadan patut diapresiasi karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak. Namun, ia mengingatkan, program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu bisa kehilangan legitimasi publik jika di tingkat pelaksana justru dijadikan ladang keuntungan pribadi.

“MBG ini program baik. Tujuannya meningkatkan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak. Tapi kalau di lapangan disunat atau menunya tidak layak, itu pengkhianatan terhadap amanat,” ujarnya.

KH Imron menegaskan, pengawasan tidak boleh berhenti pada laporan administratif di atas meja. Pemerintah diminta turun langsung ke dapur dan titik distribusi untuk memeriksa kualitas bahan baku, standar kebersihan, porsi makanan, hingga ketepatan penyaluran.

Menurutnya, Ramadan justru menjadi fase rawan penyimpangan. Skema distribusi yang bisa dirapel berpotensi dimanfaatkan oknum untuk mengurangi kualitas atau kuantitas bantuan tanpa terdeteksi cepat.

“Momentum Ramadan pengawasannya harus diperketat. Jangan sampai MBG disalurkan seenaknya karena bisa dirapel,” katanya.

Ia bahkan melontarkan ultimatum. Jika ditemukan praktik tak wajar, pihaknya siap membuka data ke publik. KH Imron mengaku mengetahui sejumlah SPPG yang dinilai tidak menjalankan standar sebagaimana mestinya.

“Kalau tidak serius akan kami bongkar datanya. Kami tahu SPPG mana saja yang tidak benar. Jangan menipu Presiden melalui program MBG,” tandasnya.

Bagi KH Imron, kritik keras ini bukan untuk menjatuhkan program, melainkan menyelamatkan marwahnya. Ia menegaskan, MBG tidak boleh berubah menjadi bancakan anggaran berkedok pelayanan gizi. Jika pengawasan longgar, yang dikorbankan bukan hanya keuangan negara, tetapi juga hak anak-anak penerima manfaat.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru