Komisi I DPRD Sampang Belajar Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi di Desa Randupitu

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BERKUNJUNG. Komisi I DPRD Kabupaten Sampang saat melakukan kunjungan studi pengelolaan sampah berbasis ekonomi di Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (redaksi ejaberita.co)

BERKUNJUNG. Komisi I DPRD Kabupaten Sampang saat melakukan kunjungan studi pengelolaan sampah berbasis ekonomi di Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. (redaksi ejaberita.co)

SAMPANG | Sampang – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan untuk belajar pengelolaan sampah yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Pengelolaan sampah di Desa Randupitu tersebut sangat inovatif melalui program Pemuda Peduli Sampah (PEMPES), yang mampu mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pendapatan desa dengan nilai puluhan juta rupiah.

Tak hanya pendapatan finansial, inovasi tersebut juga berdampak kepada lingkungan bersih dengan menciptakan RDF (Refuse Derived Fuel) untuk bahan bakar industri dan kompos bagi masyarakat.

Saat ini, Desa tersebut menjadi percontohan desa lain karena sistem terstruktur yang mencakup edukasi, pengumpulan, daur ulang, hingga jual beli sampah, serta mendapat Hak Kekayaan Intelektual.

Ketua Komisi I DPRD Sampang, Muhammad Salim menyatakan, bahwa kunjungan studi ke Desa Randupitu, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, itu untuk belajar tentang pengelolaan sampah yang inovatif.

“Bagaimana nanti sampah di Sampang dapat dikelola dengan baik,” jelasnya, Selasa (20/1/2026).

Muhammad Salim mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Desa Randupitu, yang meliputi pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti Refuse Derived Fuel (RDF).

Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan pendapatan desa melalui penjualan RDF.

Program ini juga telah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

“Semoga bisa diterapkan di Kabupaten Sampang sebagai solusi persoalan sampah,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB