Koperasi Jatim Unggul Bersama Jalin MoU dengan Bulog Jatim, Kembangkan Rumah Pangan Kita
BANGKALAN | Koperasi Jatim Unggul Bersama resmi menjalin kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Umum (Perum) Bulog Wilayah Jawa Timur dalam rangka pengembangan usaha koperasi melalui program Rumah Pangan Kita (RPK).
Koperasi Jatim Unggul Bersama diketahui berdiri sejak Agustus 2024, dengan pembina Jenderal Agus Sutomo dan Ketua Umum Dr. KH. M. Muchlis Muhsin, M.H. Lembaga ini dibentuk sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya di sektor ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
Ketua Umum Koperasi Jatim Unggul Bersama, Dr. KH. M. Muchlis Muhsin, M.H., mengatakan bahwa jaringan RPK yang dikembangkan melalui kerja sama ini akan tersebar di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, bahkan hingga ke tingkat desa.
“Jaringan Rumah Pangan Kita ini nantinya akan menjadi penyeimbang sekaligus distributor Bulog Jawa Timur, serta diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Jawa Timur secara umum,” ujar KH Muchlis, Kamis (29/1/2026).
Ia menambahkan, apabila kepengurusan koperasi telah terbentuk hingga tingkat desa, maka keberadaan RPK dapat berperan sebagai pengendali harga komoditas bahan pokok yang berada di bawah naungan Bulog.
“Nanti jika sudah terbentuk sampai tingkat desa, harga seluruh komoditas akan lebih stabil, karena kami akan menjual dan melayani masyarakat sesuai standar harga Bulog,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugraha, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Koperasi Jatim Unggul Bersama sebagai mitra strategis Bulog.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga bahan pokok dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah konkret dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam penyediaan bahan pokok dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau dibandingkan harga pasar.
“Semoga kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan harga bahan pokok yang standar dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.(*)





