Mahasiswa Sampang Desak Disperta Usut Pupuk Subsidi dan Hilangnya Hand Traktor

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, menuntut penertiban pupuk bersubsidi dan pengusutan dugaan hilangnya mesin hand traktor, Rabu (14/1/2026).

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sampang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, menuntut penertiban pupuk bersubsidi dan pengusutan dugaan hilangnya mesin hand traktor, Rabu (14/1/2026).

SAMPANG | Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sampang (AMS) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Sampang, Rabu (14/1/2026). Mereka mendesak pemerintah daerah mengusut dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi serta hilangnya aset negara berupa mesin hand traktor.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa poster tuntutan dan mengenakan atribut khas petani, seperti caping dan alat semprot rumput. Aksi itu disebut sebagai simbol keberpihakan mahasiswa terhadap persoalan yang selama ini dihadapi petani di Kabupaten Sampang.

Pantauan di lokasi, aksi sempat berlangsung tegang. Massa tidak kunjung ditemui Kepala Dinas Pertanian sehingga mahasiswa memaksa masuk ke area kantor. Aksi saling dorong pun terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga.

Koordinator lapangan aksi, Zainal, mengatakan demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, terutama dalam pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi.

“Persoalan pupuk subsidi ini sudah lama dikeluhkan petani. Banyak kios diduga menjual pupuk di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi tidak ada tindakan tegas. Kondisi ini jelas merugikan petani,” ujar Zainal.

Selain persoalan pupuk, AMS juga menyoroti dugaan hilangnya aset negara berupa mesin hand traktor di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Sampang. Menurut Zainal, kasus tersebut harus diusut secara terbuka dan transparan.

“Kami mendesak audit terbuka terkait distribusi pupuk bersubsidi dan kejelasan soal hilangnya mesin hand traktor. Ini aset negara, tidak boleh hilang tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.

Mahasiswa bahkan meminta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang mengundurkan diri apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut. Mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar jika tidak ada tindak lanjut dalam waktu 4×24 jam.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Bidang Sarana Pertanian Dispertan KP Kabupaten Sampang, Nurdin, menyatakan pihaknya membuka ruang pelaporan bagi masyarakat apabila menemukan penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

Menurut Nurdin, Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi telah ditetapkan pemerintah dan wajib dipatuhi oleh seluruh kios resmi. “Jika ada kios yang menjual di atas HET, silakan dilaporkan ke Kementerian Pertanian. Jika laporan terbukti, izin kios bisa langsung dicabut,” katanya.

Sementara terkait dugaan hilangnya mesin hand traktor, Nurdin menegaskan kasus tersebut telah dilaporkan ke aparat penegak hukum dan kini ditangani oleh Polres Sampang.

“Untuk kasus hand traktor, kami sudah melaporkannya ke pihak kepolisian dan saat ini sedang dalam proses penanganan,” pungkasnya. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru