Nelayan di Bangkalan Ditemukan Tewas Mengambang, Sempat Hilang Usai Pamit Cari Ikan

Selasa, 14 April 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana duka di rumah almarhum nelayan di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Selasa (14/04/2026) malam. Warga dan petugas tampak berkumpul saat proses evakuasi dan pemakaman korban yang ditemukan meninggal dunia usai dilaporkan hilang saat mencari ikan.

Suasana duka di rumah almarhum nelayan di Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Selasa (14/04/2026) malam. Warga dan petugas tampak berkumpul saat proses evakuasi dan pemakaman korban yang ditemukan meninggal dunia usai dilaporkan hilang saat mencari ikan.

EJABERITA.CO | Bangkalan – Seorang nelayan bernama Jusuf (65), warga Dusun Pocongan, Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia pada Selasa (14/04/2026) malam setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari ikan.

Korban diketahui pamit kepada keluarga sejak Selasa pagi untuk melaut, seperti aktivitasnya sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan hidup. Namun, hingga pukul 11.00 WIB, Jusuf tak kunjung kembali ke rumah, padahal biasanya ia sudah pulang pada waktu tersebut.

Kekhawatiran keluarga semakin memuncak saat hingga sore hari, sekitar pukul 16.00 WIB, korban tetap belum pulang. Pencarian awal yang dilakukan keluarga di sekitar aliran sungai hanya menemukan perahu milik korban dalam kondisi kosong.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan untuk dilakukan pencarian lebih lanjut. Setelah dilakukan penyisiran, jasad korban akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi mengambang di pinggir sungai desa setempat.

“Jasad ditemukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia saat proses pencarian berlangsung,” ujar Kalaksa BPBD Bangkalan, Zainul Qomar.

Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi jasad korban dan membawanya ke rumah duka di Dusun Pocongan. Korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi perahunya, yang diketahui masih berisi penuh ikan hasil tangkapan.

Atas permintaan pihak keluarga, korban tidak dilakukan autopsi di rumah sakit. Aparat kepolisian hanya melakukan pemeriksaan fisik luar di rumah duka.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban belum diketahui secara rinci dan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.

“Korban langsung dimakamkan atas permintaan keluarga,” pungkas Zainul.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru