Investigasi

Operasi Keselamatan Semeru 2026 Digelar, Polres Bangkalan Bidik Disiplin Pengendara

EJABERITA.CO | Polres Bangkalan resmi menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2026 sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Operasi ini dilaksanakan menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.

Apel gelar pasukan digelar di Lapangan Apel Mapolres Bangkalan, Senin (2/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Bangkalan Kompol Hosna Nurhidayah. Kegiatan tersebut melibatkan personel gabungan lintas sektoral dari unsur Polri, TNI, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan.

Personel TNI yang terlibat berasal dari Kodim 0829 Bangkalan, Denpom, Kogartapm, dan Lanal Batuporon, yang bersinergi dengan jajaran Polres Bangkalan guna memastikan kelancaran pelaksanaan operasi.

Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakannya, Kompol Hosna menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur, dengan 10 korban meninggal dunia. Angka tersebut dinilai masih memprihatinkan dan memerlukan upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan.

“Tingginya angka kecelakaan lalu lintas ini berkorelasi erat dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Perilaku pengendara yang tidak disiplin masih menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan, termasuk yang berujung fatal,” ujar Kompol Hosna.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur. Operasi ini mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026.”

Kompol Hosna juga menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar mengedepankan pendekatan humanis, profesional, serta menjunjung tinggi etika dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat kondisi cuaca yang tidak menentu, yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

“Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada sinergi dan soliditas seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun pemerintah daerah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” pungkas mantan Wakapolres Sampang tersebut.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *