Raja Nusantara Berkumpul di Sampang, Trunojoyo Kembali Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Senin, 22 Desember 2025 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menerima penobatan gelar kebangsawanan dari Raja Nusantara dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Pringgitan Trunojoyo, Sampang, Senin (22/12/2025). Prosesi tersebut dihadiri para Raja dan Sultan Nusantara serta menjadi momentum penguatan dukungan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menerima penobatan gelar kebangsawanan dari Raja Nusantara dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat di Pringgitan Trunojoyo, Sampang, Senin (22/12/2025). Prosesi tersebut dihadiri para Raja dan Sultan Nusantara serta menjadi momentum penguatan dukungan pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional.

SAMPANG | Kabupaten Sampang kembali mencatatkan diri dalam panggung sejarah Nusantara. Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, secara resmi menerima penobatan gelar kebangsawanan dari Raja Nusantara dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Pringgitan Trunojoyo. Momentum tersebut sekaligus menguatkan kembali pengusulan Pangeran Trunojoyo, putra kelahiran Sampang, sebagai Pahlawan Nasional.

Prosesi adat itu dihadiri oleh para Raja dan Sultan Nusantara dari berbagai wilayah Indonesia, pemangku adat, Ketua Majelis Adat Tradisi Nusantara (MATRA), serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran para tokoh adat lintas daerah menjadikan Sampang sebagai titik temu simbolik antara sejarah, adat, dan agenda kebangsaan masa depan.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya atas kehadiran para Raja Nusantara di tanah Madura. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni adat, melainkan peristiwa kebangsaan yang memiliki makna historis mendalam.

“Hari ini, Sampang tidak hanya menyambut tamu-tamu agung, tetapi juga menerima kehadiran martabat sejarah Nusantara. Kehadiran para Raja menjadikan Sampang sebagai titik temu antara adat, sejarah, dan masa depan bangsa,” ujar Slamet Junaidi. Senin (22/12/2025).

Ia menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang dianugerahkan kepadanya tidak dimaknai sebagai kehormatan personal, melainkan sebagai amanah moral dan tanggung jawab sejarah dalam menjalankan kepemimpinan.

“Gelar yang saya terima ini bukan kemuliaan pribadi, tetapi amanah untuk mengabdi, memimpin dengan keteladanan, serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal dengan penuh kerendahan hati,” tegasnya.

Lebih jauh, forum Raja Nusantara tersebut menjadi bagian penting dari konsolidasi dukungan terhadap pengusulan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung legitimasi moral dan kebangsaan.

“Dukungan para Raja Nusantara merupakan suntikan moril dan legitimasi kebangsaan yang sangat berharga. Kami akan terus berjuang, karena Pangeran Trunojoyo adalah tokoh yang secara historis ikut menentukan arah perjalanan bangsa Indonesia,” kata Bupati.

Slamet Junaidi menjelaskan bahwa perjuangan Pangeran Trunojoyo tidak dapat dilepaskan dari konteks perlawanan Nusantara terhadap hegemoni kolonial VOC. Dalam perspektif sejarah, VOC dipandang sebagai simbol penjajahan asing yang menjadi musuh bersama rakyat Nusantara.

“Perlawanan terhadap VOC adalah perlawanan terhadap penjajahan. Dalam bingkai itu, Pangeran Trunojoyo harus dipandang sebagai tokoh Nusantara yang mengangkat senjata demi kedaulatan dan martabat bangsa, bukan semata konflik internal masa lalu,” jelasnya.

Penandatanganan dukungan oleh Raja Nusantara yang dilakukan dalam forum tersebut disebut sebagai ikrar moral dan historis. Bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pernyataan bersama untuk menegakkan keadilan sejarah.

Penetapan Pangeran Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional dinilai bukan hanya soal pemberian gelar, melainkan pengakuan terhadap harga diri kolektif masyarakat. Pengakuan sejarah diyakini akan menumbuhkan rasa bangga, rasa dihargai, serta keyakinan bahwa masyarakat Sampang merupakan bagian terhormat dari perjalanan bangsa Indonesia.

“Biarlah kelak anak cucu kita membaca bahwa di Sampang, para Raja Nusantara bersatu, melampaui perbedaan masa lalu, demi keadilan sejarah, demi bangsa, dan demi Indonesia,” pungkas Slamet Junaidi.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru