EJABERITA.CO | SAMPANG – Suasana haru dan khidmat menyelimuti halaman Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang, saat Pemerintah Kabupaten Sampang resmi melepas keberangkatan 618 calon jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 67 dan 68 tahun 1447 H/2026 M, Jumat (8/5/2026).
Prosesi pelepasan dihadiri langsung oleh Bupati Sampang Slamet Junaidi, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta keluarga jemaah yang turut mengantar keberangkatan para tamu Allah menuju Asrama Haji Sukolilo sebelum bertolak ke Arab Saudi.
Dalam sambutannya, Bupati Slamet Junaidi menyampaikan bahwa keberangkatan haji merupakan momen yang sangat dinantikan para jemaah setelah menunggu antrean selama bertahun-tahun. Ia memastikan pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar proses keberangkatan berjalan aman dan lancar.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sampang mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jemaah. Titip doa untuk kemajuan daerah kita di tanah suci nanti, dan tetaplah fokus pada ibadah agar menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan cukup panas selama musim haji berlangsung. Para jemaah diminta menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri dalam menjalankan aktivitas di luar rangkaian ibadah wajib.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga stamina dengan rutin mengonsumsi air putih, vitamin, serta mematuhi arahan petugas kesehatan agar seluruh tahapan ibadah dapat dijalankan dengan baik.
“Kami berharap seluruh jemaah bisa menjaga kesehatan dan mengikuti instruksi tim medis karena suhu di sana sangat berbeda dengan di Indonesia,” katanya.
Selain soal kesehatan, Bupati Slamet Junaidi juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarjemaah asal Sampang selama berada di Tanah Suci. Ia berharap jemaah yang lebih muda dapat membantu para lansia agar tercipta suasana kekeluargaan dan kebersamaan selama menjalankan ibadah.
“Jaga nama baik Kabupaten Sampang dan tunjukkan bahwa masyarakat kita santun, tertib, serta memiliki toleransi yang tinggi terhadap sesama jemaah,” pesannya.
Prosesi pelepasan ditutup dengan penyerahan bendera pataka secara simbolis serta doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Tangis haru keluarga pecah saat armada bus mulai bergerak meninggalkan Pendopo Trunojoyo menuju embarkasi haji.
Keberangkatan ini menjadi awal perjalanan spiritual bagi ratusan warga Sampang menuju Baitullah dengan harapan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.(*)
Editor : Arfa

















Komentar