Revitalisasi Sekolah Rp33,6 Miliar di Sampang Disorot DPRD, Kualitas Jangan Dikorbankan

Senin, 15 Desember 2025 - 10:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD Sampang

Gedung DPRD Sampang

SAMPANG | Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang menyoroti pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat tahun 2025 senilai Rp33,6 miliar. DPRD mengingatkan agar kualitas pembangunan tidak dikorbankan dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 37 lembaga pendidikan di Kabupaten Sampang menjadi sasaran program tersebut. Rinciannya terdiri atas empat lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 14 Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan tujuh Sekolah Menengah Atas (SMA).

Program revitalisasi meliputi rehabilitasi ruang kelas, perbaikan perpustakaan, pembangunan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perbaikan toilet dan sanitasi, hingga penyediaan area bermain serta fasilitas penunjang lainnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menegaskan seluruh pelaksana proyek harus bekerja sesuai ketentuan dan mengutamakan mutu bangunan. Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan tidak boleh dikerjakan asal jadi.

“Jangan sampai usia bangunan hanya bertahan dalam hitungan bulan, karena fasilitas ini akan digunakan oleh anak cucu kita,” kata Mahfud, Senin (15/12/2025).

Ia menyatakan Komisi IV DPRD Sampang akan melakukan monitoring terhadap seluruh pelaksanaan pembangunan di lembaga pendidikan penerima program. Mahfud juga mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga moral.

“Meskipun selamat dari pantauan Aparat Penegak Hukum (APH), tapi tidak dengan pantauan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Mahfud menekankan pentingnya peran pengawas lapangan untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pihak kontraktor. Jika ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pengawas diminta bertindak tegas dan tidak melakukan pembiaran.

“Peran pengawas sangat penting karena mereka dibayar untuk memastikan kualitas pekerjaan. Tidak mungkin dinas datang setiap hari ke lokasi, karena sudah ada pengawas,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru