Ribuan Jamaah Ikuti Napak Tilas Bangkalan–Jombang, Replika Tongkat dan Tasbih Ulama Diserahkan sebagai Simbol Estafet Perjuangan

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ribuan jamaah memadati ruas jalan dalam kegiatan napak tilas ulama rute Bangkalan–Jombang, berjalan khidmat sambil melantunkan dzikir dan shalawat sebagai bentuk tawassul serta penghormatan kepada para muassis Nahdlatul Ulama.

Ribuan jamaah memadati ruas jalan dalam kegiatan napak tilas ulama rute Bangkalan–Jombang, berjalan khidmat sambil melantunkan dzikir dan shalawat sebagai bentuk tawassul serta penghormatan kepada para muassis Nahdlatul Ulama.

BANGKALAN | Ribuan jamaah dari berbagai daerah mengikuti kegiatan napak tilas ulama dengan rute Bangkalan–Pelabuhan Kamal–Jombang, Minggu (04/01/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat nilai spiritual, menjadi momentum penting untuk menelusuri jejak perjuangan para ulama besar sekaligus menjemput barokah para muassis Nahdlatul Ulama (NU).

Peserta napak tilas tidak hanya berasal dari Kabupaten Bangkalan, tetapi juga datang dari berbagai daerah lain, di antaranya Situbondo, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Sumenep, Sampang, Pamekasan, serta sejumlah kota dan kabupaten lainnya. Antusiasme jamaah yang begitu besar menjadikan rangkaian perjalanan ini tampak seperti lautan manusia yang bergerak bersama dalam satu barisan dzikir dan shalawat.

Ribuan jamaah mengikuti napak tilas ulama Bangkalan–Jombang, melantunkan dzikir dan shalawat sebagai ikhtiar meneladani perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.
Ribuan jamaah mengikuti napak tilas ulama Bangkalan–Jombang, melantunkan dzikir dan shalawat sebagai ikhtiar meneladani perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama.

Perjalanan diawali dari Bangkalan, Madura, yang dikenal sebagai tempat lahir dan pusat dakwah Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar Madura sekaligus guru para kiai Nusantara. Sejak awal keberangkatan, suasana religius sudah terasa kuat. Ribuan peserta secara istiqamah melantunkan dzikir, shalawat, dan doa bersama sepanjang perjalanan sebagai bentuk tawassul dan penguatan spiritual.

Rombongan kemudian bergerak menuju Pelabuhan Kamal, jalur bersejarah yang sejak dahulu menjadi penghubung Madura dan Pulau Jawa. Selama penyeberangan hingga perjalanan darat menuju Jawa, lantunan dzikir terus menggema, menciptakan suasana khusyuk dan kebersamaan di antara para peserta yang datang dari berbagai latar belakang daerah.

Dalam rangkaian perjalanan menuju Jombang, rombongan menyaksikan momen penting dan penuh makna berupa penyerahan replika tongkat dan tasbih. Penyerahan tersebut dilakukan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, RKH. Fahruddin Aschal, kepada Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, yang dipercaya memimpin rombongan napak tilas menuju Jombang.

Penyerahan replika tongkat dan tasbih tersebut berlangsung khidmat dan disaksikan oleh ribuan peserta. Simbol tersebut dimaknai sebagai amanah, kesinambungan sanad keilmuan, serta estafet perjuangan ulama dalam membimbing umat Islam di Nusantara.

Selanjutnya, setibanya di Jombang, replika tongkat dan tasbih tersebut direncanakan akan diserahkan oleh KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy kepada KH. Fahmi Amrullah di makbaroh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Jombang. Penyerahan ini menjadi simbol kuatnya hubungan spiritual dan historis antara ulama Madura dan Jawa, sekaligus bentuk penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama.

Salah satu peserta asal Banyuates, Kabupaten Sampang, Abd. Aziz, mengaku bersyukur dapat mengikuti napak tilas dari Bangkalan hingga Jombang. Menurutnya, perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga perjalanan batin untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama.

“Alhamdulillah saya bisa ikut napak tilas dari Bangkalan sampai Jombang. Harapan kami, semoga bisa mendapatkan barokah dari para muassis NU,” ujarnya.

Setibanya di Jombang, rombongan juga dijadwalkan berziarah ke sejumlah situs bersejarah NU, termasuk Pesantren Tebuireng dan makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari. Jombang dikenal sebagai kota santri dan pusat perjuangan ulama dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah serta keutuhan bangsa.

Sementara itu, RKH. Mohammad Nasih Aschal, dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan, menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas ini tidak hanya bertujuan mengenang sejarah, tetapi juga menanamkan nilai keteladanan ulama kepada generasi masa kini.

“Napak tilas Bangkalan–Jombang ini menjadi bukti bahwa warisan perjuangan ulama tidak hanya hidup dalam catatan sejarah, tetapi terus dihidupkan melalui langkah nyata umat, dzikir yang tak terputus, serta kebersamaan lintas daerah dalam satu barisan cinta kepada para ulama dan muassis Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru