Ribuan Warga Padati Pasar Tellasen Topak, Tradisi Unik Setahun Sekali di Bangkalan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Pasar Tellasen Topak di Alun-Alun Bangkalan yang dipadati ribuan warga saat perayaan Lebaran Ketupat.

Suasana Pasar Tellasen Topak di Alun-Alun Bangkalan yang dipadati ribuan warga saat perayaan Lebaran Ketupat.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Keriuhan Lebaran di Bangkalan, Jawa Timur, ternyata belum usai. Tepat sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, ribuan warga tumpah ruah memadati Pasar Tellasen Topak, sebuah pasar unik yang hanya hadir sekali dalam setahun.

Tradisi yang menjadi bagian dari perayaan Lebaran Ketupat ini selalu dinanti masyarakat. Pasar tumpah tersebut menjadi simbol kuat kebersamaan dan silaturahmi warga Madura, khususnya di Bangkalan.

Salah satu pengunjung, Leini, mengaku sengaja datang untuk berburu kuliner khas yang hanya tersedia saat momen tersebut.

“Saya beli Topak Ladeh, lontong kikil dan lainnya,” ungkapnya, Sabtu (28/03/2026).

Keunikan Pasar Tellasen Topak tidak hanya terletak pada waktu penyelenggaraannya yang setahun sekali, tetapi juga jam operasionalnya yang tak biasa. Para pedagang sudah mulai berdatangan sejak pukul 01.30 WIB dini hari untuk mempersiapkan dagangan.

Pasar kemudian resmi beroperasi sejak subuh hingga menjelang siang hari. Puncak keramaian terjadi antara pukul 04.00 hingga 08.00 WIB, saat warga berbondong-bondong datang untuk menikmati sarapan khas Madura.

“Saya berangkat sekitar jam 06.00 WIB,” tambah Leini.

Berlokasi di sepanjang Jalan Raya Jenderal Ahmad Yani, tepat di kawasan Alun-Alun Bangkalan, suasana pasar dipenuhi energi yang luar biasa. Pengunjung tidak hanya berburu ketupat, tetapi juga berbagai barang kebutuhan lainnya, mulai dari pakaian, mainan anak-anak, hingga aneka kuliner tradisional.

Salah satu hidangan yang paling diburu adalah Topak Ladeh, kuliner khas Bangkalan yang menjadi ikon utama dalam perayaan Lebaran Ketupat. Sajian ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga memiliki makna simbolis sebagai perekat hubungan sosial dan budaya masyarakat.

“Banyak makanan yang dijual, apalagi ini hanya ada setahun sekali,” jelasnya.

Bagi masyarakat maupun wisatawan yang berada di Madura, tradisi Pasar Tellasen Topak menjadi pengalaman budaya yang sayang untuk dilewatkan. Momen langka ini bukan sekadar pasar, melainkan perayaan penuh makna yang mempererat kebersamaan dalam nuansa khas Lebaran.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru