Sekolah Rakyat Sumenep Mandek, Terbentur Status Lahan Sawah Dilindungi

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Ilustrasi)

Foto (Ilustrasi)

EJABERITA.CO | Sumenep – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sumenep, Madura, harus tertunda. Program pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu belum bisa direalisasikan akibat terbentur status lahan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sebelumnya telah menetapkan Desa Patean, Kecamatan Batuan, sebagai lokasi pembangunan. Lahan seluas sekitar 10 hektare disiapkan untuk kompleks pendidikan terpadu dari jenjang dasar hingga menengah atas.

Namun, hasil verifikasi menunjukkan bahwa lahan tersebut masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sehingga tidak dapat digunakan untuk pembangunan tanpa melalui mekanisme khusus sesuai regulasi.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Abd Rahman Riadi, menegaskan proyek tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

“Untuk pembangunannya direncanakan bakal dilakukan pada 2026. Lokasinya sudah jelas di Desa Patean, Batuan, seluas 10 hektare,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia mengakui, status lahan menjadi kendala utama. Saat ini, pemerintah daerah tengah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mencari solusi terbaik.

“Makanya sekarang kami masih berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pertanahan Nasional serta pihak lainnya. Karena aturannya, lahan sawah dilindungi tidak boleh sembarangan dibangun,” jelasnya.

Meski pembangunan fisik belum dimulai, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara, siswa menempati gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) di Kecamatan Batuan sebagai lokasi pembelajaran.

Sekolah Rakyat sendiri dirancang sebagai fasilitas pendidikan gratis berbasis asrama bagi anak-anak yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seluruh kebutuhan siswa, mulai dari tempat tinggal hingga perlengkapan sekolah, akan ditanggung negara.

“Penggunaan SKD Batuan hanya sementara. Nantinya semua siswa akan dipindahkan ke gedung dan asrama permanen di Desa Patean setelah pembangunan selesai,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru