Setahun Lukman–Fauzan, Pendidikan dan Kesehatan Disorot: Mathur Nilai Minim Terobosan Nyata

Senin, 23 Februari 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tokoh masyarakat sekaligus pegiat anti-korupsi Jawa Timur, Mathur Husyairi.

Foto: Tokoh masyarakat sekaligus pegiat anti-korupsi Jawa Timur, Mathur Husyairi.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Memasuki satu tahun kepemimpinan Lukman Hakim dan Fauzan Jakfar, kritik keras datang dari tokoh masyarakat sekaligus pegiat anti-korupsi Jawa Timur, Mathur Husyairi.

Ia menilai hingga kini belum terlihat langkah strategis yang benar-benar menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan dasar masyarakat Bangkalan.

Menurut Mathur, sektor pendidikan justru menunjukkan arah kebijakan yang belum matang. Program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas dinilai belum melalui kajian komprehensif, bahkan berpotensi mematikan sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri, khususnya di wilayah Geger.

“Di satu sisi ingin memajukan pendidikan, tapi di sisi lain kebijakan itu bisa melemahkan sekolah yang sudah eksis. Ini seperti dua sisi mata pisau. Kalau tidak dikaji matang, justru merugikan sistem pendidikan yang sudah berjalan,” tegasnya, Senin (23/2/2026).

Ia juga menyinggung persiapan awal Sekolah Rakyat yang sempat ditempatkan di Balai Diklat Bangkalan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah siswa memilih kembali pulang karena merasa tidak nyaman.

“Kalau di pusat kota saja tidak betah, bagaimana nanti ketika dipindah ke wilayah yang fasilitas pendukungnya belum maksimal? Ini harus jadi bahan evaluasi serius,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, mantan anggota DPRD Jatim ini mempertanyakan sejauh mana pembenahan dilakukan selama satu tahun terakhir. Mulai dari pelayanan rumah sakit daerah, ketersediaan tenaga medis, hingga optimalisasi puskesmas dan posyandu di tingkat desa.

“Pelayanan kesehatan itu bukan sekadar bangunan fisik. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kualitas layanan, kecepatan penanganan, dan ketersediaan fasilitas yang memadai. Kalau itu belum dirasakan, berarti ada yang belum beres,” katanya.

Ia menegaskan, pendidikan dan kesehatan seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan dan penganggaran daerah. Terlebih, APBD 2026 menjadi momentum pertama yang sepenuhnya mencerminkan visi dan program pasangan Lukman–Fauzan.

“Ukurnya jelas. Masukkan program prioritas ke dalam APBD secara konkret. Jangan hanya retorika kampanye. Rakyat menilai dari hasil, bukan dari slogan,” tandas Mathur.

Menurutnya, satu tahun adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah kebijakan. Jika sektor pendidikan masih tersendat dan layanan kesehatan masih tertatih, maka wajar publik mempertanyakan efektivitas kepemimpinan yang sedang berjalan.

Kini, memasuki tahun kedua pemerintahan, publik Bangkalan menunggu pembuktian: apakah kritik ini akan dijawab dengan pembenahan nyata, atau justru menjadi akumulasi kekecewaan yang semakin menguat.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru