Daerah

Puluhan Tahun Terbaring Lumpuh dan Buta, Lansia di Torjun Akhirnya Disentuh Perhatian Pemerintah

EJABERITA.CO | SAMPANG – Puluhan tahun hidup dalam keterbatasan, Miati (82), warga Dusun Roy Toroy, Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, akhirnya mendapat uluran tangan pemerintah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, bantuan logistik dan kebutuhan dasar disalurkan langsung ke rumah lansia yang selama ini hanya bisa terbaring di tempat tidur karena lumpuh dan kehilangan penglihatan.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh BPBD Sampang bersama Camat Torjun dan Kapolsek Torjun sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap warga lansia yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Beragam bantuan diserahkan, mulai dari kasur lipat, matras, selimut, sembako, tambahan gizi, hingga kompor, perlengkapan masak dan makan, serta terpal. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang selama ini merawat Miati dalam kondisi serba terbatas.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran negara bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

“Penyerahan bantuan ini bertujuan untuk membantu mengurangi beban keluarga. Pemerintah hadir untuk memastikan warga lansia dan difabel tidak terabaikan,” ujar Hozin.

Ia menegaskan, peran BPBD tidak hanya terbatas pada penanganan bencana alam, tetapi juga mencakup respons sosial terhadap warga yang mengalami kondisi darurat kemanusiaan.

“Selain siaga bencana, BPBD Sampang juga aktif menyalurkan bantuan sembako dan logistik kepada warga kurang mampu serta mereka yang memiliki keterbatasan fisik,” tambahnya.

Hozin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan persoalan sosial di masyarakat. Sinergi antara BPBD, pemerintah kecamatan, kepolisian, dan unsur desa dinilai menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sampang berharap, bantuan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi pintu masuk perhatian berkelanjutan bagi lansia dan warga rentan lainnya di wilayah pedesaan.

“Kami akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini luput dari perhatian,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *