PMII Bongkar Dugaan Pungli di Disdik Bangkalan, Kadis Baru Didesak Berbenah
BANGKALAN | Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP PGRI Bangkalan membongkar dugaan praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan. Dugaan tersebut disampaikan langsung dalam audiensi bersama jajaran Disdik, sebagai bentuk keprihatinan atas buruknya tata kelola pelayanan administrasi pendidikan.
Berdasarkan hasil kajian internal PMII, praktik pungli diduga menyasar guru dan tenaga kependidikan, khususnya dalam pengurusan administrasi. Salah satu persoalan yang disorot adalah pengelolaan administrasi pendidikan yang dinilai tidak transparan dan rawan penyimpangan.
Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan, Alwin Faruq, mengungkapkan bahwa temuan di lapangan menunjukkan indikasi kuat adanya praktik tidak sehat dalam birokrasi pendidikan. Ia menyebut salah satu kader PMII mengalami sendiri sulitnya proses administrasi ketika tidak disertai dengan pemberian uang.
“Saat mengurus data Dapodik, prosesnya dipersulit. Namun ketika berkas dilampiri amplop, langsung di-ACC. Ini menjadi gambaran nyata praktik yang kami soroti,” ujar Alwin dalam audiensi tersebut.
Alwin menegaskan, praktik semacam itu tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena mencederai integritas dunia pendidikan. PMII, kata dia, mendesak Kepala Dinas Pendidikan yang baru untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh di internal Disdik Bangkalan.
“Jika ini dibiarkan, kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan akan semakin runtuh. Kami meminta ada langkah konkret, bukan sekadar pernyataan normatif,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moch. Mosleh, S.H., M.H., menyatakan terbuka terhadap kritik dan masukan dari mahasiswa. Ia mengakui masih berada dalam masa awal kepemimpinannya.
“Saya baru sekitar satu minggu menjabat. Saat ini masih dalam tahap adaptasi, tetapi saya berkomitmen untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan memastikan birokrasi berjalan sesuai aturan,” kata Mosleh.
PMII menegaskan akan terus mengawal komitmen tersebut. Organisasi mahasiswa itu berharap kepemimpinan baru di Dinas Pendidikan Bangkalan mampu menjadi momentum perbaikan sistemik, sekaligus membersihkan praktik pungli yang selama ini diduga terjadi.





