Trade AI Bea Cukai, Senjata Baru Awasi Impor dan Kejahatan Perdagangan

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Republik Indonesia

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan Republik Indonesia

JAKARTA | Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengembangkan sistem kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernama Trade AI untuk memperkuat pengawasan impor sekaligus mendeteksi kejahatan di sektor perdagangan internasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penguatan sistem teknologi informasi Bea Cukai memerlukan tambahan investasi sekitar Rp45 miliar agar sistem pengawasan semakin presisi dan canggih.

“Untuk mengembangkan lebih dalam lagi supaya lebih canggih di Indonesia, kita berpikir perlu investasi sekitar Rp45 miliar lagi untuk mengembangkan sistem IT-nya,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (13/12/2025).

Trade AI dirancang sebagai alat analisis risiko yang mampu membaca pola impor secara lebih akurat. Sistem ini berfungsi mendeteksi praktik manipulasi perdagangan, seperti underinvoicing, overinvoicing, hingga potensi pencucian uang berbasis perdagangan (trade-based money laundering).

Selain menganalisis nilai pabean, Trade AI juga memiliki kemampuan klasifikasi barang dan verifikasi dokumen impor. Seluruh fitur tersebut akan terintegrasi dengan sistem kepabeanan CEISA 4.0 guna memperkuat koordinasi dan pengambilan keputusan di internal Bea Cukai.

Purbaya menegaskan pengembangan Trade AI dilakukan secara internal oleh DJBC tanpa memerlukan investasi besar di tahap awal. Menurutnya, Bea Cukai memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia, baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak.

“Trade AI itu software-nya dikembangkan secara internal. Jadi tidak ada investasi yang terlalu besar sampai sekarang. Kita pakai sumber yang ada mulai dari hardware hingga software, paling saya bayar gaji pegawai,” kata Purbaya.

Selain Trade AI, Bea Cukai juga mengandalkan teknologi pemindai peti kemas (X-Ray) yang dilengkapi fitur Radiation Portal Monitor (RPM). Hingga saat ini, DJBC telah memeriksa 145 Pemberitahuan Impor Barang (PIB) menggunakan alat tersebut.

Dari pemeriksaan lanjutan di lapangan, pemanfaatan teknologi pemindai tersebut berhasil menambah penerimaan negara sebesar Rp1,2 miliar.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas
Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh
Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas
Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia
Lilin Menyala di Sampang, Doa Mengiringi Pencarian Lima Jurnalis di Anak Krakatau
60 Kabupaten, Satu Lapangan: Cerita PKDI Cup II 2026
Tani Merdeka Indonesia Gelar Aksi Damai, Dukung Program Pemerintah Prabowo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia

Berita Terbaru