Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di Sampang: IGRA Dorong Guru RA Adaptif di Era Digital

Rabu, 29 April 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Workshop kurikulum berbasis cinta yang digelar IGRA Kabupaten Sampang di Aula Kemenag, diikuti puluhan guru RA untuk memperkuat strategi pembelajaran berbasis kasih sayang dan deep learning.

Workshop kurikulum berbasis cinta yang digelar IGRA Kabupaten Sampang di Aula Kemenag, diikuti puluhan guru RA untuk memperkuat strategi pembelajaran berbasis kasih sayang dan deep learning.

EJABERITA.CO | Sampang – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Sampang menggelar workshop kurikulum berbasis cinta dengan mengusung tema strategi deep learning dan integritas kurikulum. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Rabu (29/4/2026).

Ketua IGRA Kabupaten Sampang, Irma Dwi Ratna, mengatakan bahwa kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pendalaman materi sekaligus membangun hubungan emosional yang positif antara guru dan siswa.

“Ini pertama kali dilaksanakan oleh IGRA. Sebelumnya, pada tahun 2025 kegiatan ini dilaksanakan oleh Kemenag,” ujarnya.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pendekatan ini menjadi sangat relevan untuk diterapkan pada pendidikan anak usia dini, khususnya di lembaga Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-kanak (TK).

“Karena cinta itu luas, tidak hanya kepada sesama, tetapi juga kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar,” terangnya.

Irma menambahkan, sosialisasi kurikulum berbasis cinta akan terus digencarkan melalui pengurus cabang (PC) di tingkat kecamatan agar seluruh lembaga pendidikan RA di Kabupaten Sampang dapat memahami dan menerapkannya secara optimal.

Ia berharap para guru yang mengikuti workshop mampu menyerap materi dengan baik dan mengimplementasikannya di lembaga masing-masing.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kemenag Kabupaten Sampang, Abdul Wafi, menegaskan pentingnya penerapan kurikulum tersebut secara menyeluruh.

“Karena tidak semua guru bisa hadir, kami berharap peserta yang mengikuti hari ini dapat menyampaikan kembali kepada rekan-rekan lainnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi antar guru menjadi kunci agar kurikulum berbasis cinta dapat diterapkan secara merata dan maksimal di seluruh lembaga RA di Kabupaten Sampang.

“Supaya semuanya dapat menerapkan kurikulum itu dengan baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru