EJABERITA.CO | PAMEKASAN – Kedok kakek tua berinisial MD (72) akhirnya terbongkar! Pria yang sehari-hari dikenal sebagai guru ngaji di Desa Sumber Waru ini sukses menyembunyikan sisi gelapnya sebagai predator seksual. Tak tanggung-tanggung, dua bocah di bawah umur dipaksa melayani nafsu bejatnya selama lima tahun lamanya!
Aksi setan MD ini terhenti setelah Satreskrim Polres Pamekasan meringkusnya tanpa perlawanan. Kini, sang kakek harus menukar sarungnya dengan baju tahanan setelah aksi bejatnya tercium pihak keluarga.
Disikat Sejak SD, Korban Trauma Berat
Kisah pilu ini bermula pada tahun 2020. AKP Yoyok Hardianto, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, mengungkapkan bahwa korban pertama berinisial D sudah mulai “dijamah” sejak masih kelas 5 SD.
Bukannya bertobat, MD malah makin menjadi-jadi. Korban kedua berinisial F (keponakan pelapor) juga ikut jadi sasaran empuk sejak 2022. Yang lebih menyayat hati, aksi pemerkosaan terhadap F diduga dilakukan hampir setiap hari di rumah korban sendiri!
“Tersangka memanfaatkan ketakutan korban hingga mereka bungkam bertahun-tahun. Aksi terakhir bahkan tercatat dilakukan pada 10 April 2026 kemarin,” ujar AKP Yoyok dengan nada geram.
Tangisan di Balik Pintu: Rahasia Gelap yang Terungkap
Rapat-rapat menyimpan bangkai, baunya tercium juga. Rahasia lima tahun ini pecah setelah kedua korban mengalami trauma hebat. Mereka ketakutan setengah mati hingga tak berani melangkahkan kaki keluar rumah. Curiga dengan gelagat aneh tersebut, pihak keluarga akhirnya mendesak korban hingga cerita mengerikan itu tumpah.
Polisi yang bergerak cepat langsung mengamankan barang bukti berupa:
-
Hasil visum medis yang menjadi saksi bisu kekerasan.
-
Pakaian korban saat kejadian memilukan tersebut.
Terancam Membusuk di Penjara
Kini, MD tak bisa lagi mengelak. Polisi sudah menyiapkan pasal berlapis untuk menjerat sang predator, mulai dari UU KUHP Nasional hingga UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
“Kami tidak kasih ampun! Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan seksual pada anak. Proses hukum akan kami kawal sampai tuntas ke Kejaksaan,” tegas AKP Yoyok.
Sementara pelaku mendekam di balik jeruji besi, tim medis dan psikolog kini fokus memberikan trauma healing bagi kedua korban yang masa depannya sempat dirampas secara paksa oleh sang guru ngaji gadungan tersebut.(*)

















Komentar