Bappeda Jatim Soroti RKPD 2027 Bangkalan: PAD Menurun, Prioritas Program Jadi Kunci
EJABERITA.CO | Bangkalan – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bangkalan Tahun 2027, termasuk dalam konteks RKPD 2027 Bangkalan, mendapat perhatian serius dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, Bappeda Jatim menyoroti sejumlah catatan penting, mulai dari tren penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga capaian pembangunan yang dinilai masih tertinggal dibanding daerah lain seperti Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
Penting untuk dicatat bahwa RKPD 2027 Bangkalan harus menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program pembangunan daerah.
Strategi Pembangunan untuk RKPD 2027 Bangkalan
Plt Kepala Bappeda Jatim, Muhammad Yasin, menegaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk segera melakukan pembenahan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa, agar pencapaian RKPD 2027 Bangkalan dapat terwujud secara optimal.
“Program tidak perlu banyak, tapi harus tepat sasaran dan benar-benar dirasakan masyarakat, seperti ketahanan pangan, energi, serta menjaga konsumsi masyarakat. Apalagi kondisi fiskal saat ini tidak stabil,” ujarnya usai menghadiri Musrenbang, Selasa (31/03/2026).
Terkait penurunan PAD, Yasin menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi mendalam guna mengidentifikasi akar persoalan, baik dari sisi kebijakan sektor pendapatan maupun kinerja pemerintah daerah.
Ia juga meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk melakukan analisis komprehensif yang nantinya akan menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan.
Selain itu, penyusunan RKPD 2027 diharapkan selaras dengan program nasional, mengingat tahun tersebut diprediksi akan dihadapkan pada keterbatasan fiskal akibat penyesuaian prioritas belanja nasional.
Sementara itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menyatakan bahwa fokus utama pembangunan tahun 2027 akan diarahkan pada penguatan infrastruktur dan pelayanan dasar, dengan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
“Selain itu, kami juga akan memaksimalkan potensi sektor pertanian dan ketahanan pangan yang menjadi bagian dari program nasional,” ungkapnya.
Lukman menargetkan capaian pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar pada 2027 dapat mencapai 70 hingga 80 persen. Di sisi lain, pemerintah daerah juga akan membuka peluang investasi untuk mendukung pembangunan jangka panjang di Bangkalan.
“Kami akan meramu strategi pembangunan jangka panjang dan menggandeng investor untuk masuk ke Bangkalan,” pungkasnya.(*)





