Sekolah di Bangkalan Razia Puluhan Ponsel Siswa, Imbas Pembatasan Medsos untuk Anak

Rabu, 1 April 2026 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas sekolah memeriksa ponsel siswa dalam razia penggunaan media sosial di SDN Demangan 1 Bangkalan.

Petugas sekolah memeriksa ponsel siswa dalam razia penggunaan media sosial di SDN Demangan 1 Bangkalan.

EJABERITA.CO | Bangkalan – Kebijakan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak mulai diterapkan di tingkat sekolah. SDN Demangan 1 Bangkalan, Jawa Timur, menggelar razia puluhan ponsel milik siswa sebagai langkah preventif melindungi anak dari paparan konten digital yang tidak sesuai usia.

Razia tersebut menyasar siswa kelas 5A, 5B, dan kelas 6. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari regulasi baru pemerintah melalui Peraturan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Nomor 9 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak, yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026.

Kepala SDN Demangan 1, Siti Rahmah, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap ponsel siswa, meski perangkat tersebut kerap digunakan untuk menunjang pembelajaran.

“Memang banyak murid membawa ponsel untuk kebutuhan belajar, seperti materi coding. Namun kami tetap melakukan sidak untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Dalam pelaksanaannya, para siswa diminta mengumpulkan ponsel mereka. Guru kemudian memeriksa isi perangkat satu per satu, terutama aplikasi dan akun media sosial yang terpasang.

Hasilnya, pihak sekolah tidak menemukan pelanggaran berarti. Seluruh akun yang dimiliki siswa dinilai telah sesuai dengan batasan usia atau telah melalui sistem verifikasi ketat dari penyedia platform digital.

“Tidak ada pelanggaran. Akun siswa sudah sesuai aturan dan terverifikasi. Setelah diperiksa, ponsel langsung kami kembalikan,” jelas Siti Rahmah.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian Komdigi melarang anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun di sejumlah platform digital berisiko tinggi, seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Threads, X (Twitter), Bigo Live, hingga Roblox.

Saat ini, pemerintah juga tengah menjalankan proses penertiban dan penonaktifan akun secara bertahap guna memastikan seluruh platform mematuhi regulasi tersebut.

Siti Rahmah menilai kebijakan ini sebagai langkah tepat dalam melindungi generasi muda.

“Pembatasan ini penting agar anak-anak memahami bahwa belum waktunya mereka mengakses atau mengunduh konten yang tidak sesuai usia,” pungkasnya.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hardiknas 2026: Pendidikan Bermutu Lahir dari Kepedulian dan Kebersamaan
UTM Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua
Dari Kampus untuk Rakyat: Empat Guru Besar UTM Bawa Solusi Nyata bagi Madura
Joki UTBK 2026 Terbongkar di Surabaya, Modus Manipulasi Identitas Terungkap
Kartini Bukan Sekadar Seremonial, Ketua Komisi I DPRD Sampang Ajak Perempuan Berani Berpikir dan Bersuara
Fajar Hidayatullah Kembali Pimpin STKIP PGRI Bangkalan 2026–2030, Babak Baru Transformasi Kampus Dimulai
Try Out UTBK SNBT Se-Madura di SMAN 1 Sampang, 37 Siswa Asah Mental dan Strategi Tembus PTN
Pererat Silaturahmi, Guru Se-Kecamatan Burneh Gelar Halal Bihalal Usai Vakum Bertahun-Tahun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:39 WIB

Hardiknas 2026: Pendidikan Bermutu Lahir dari Kepedulian dan Kebersamaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:22 WIB

UTM Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 23 April 2026 - 02:01 WIB

Dari Kampus untuk Rakyat: Empat Guru Besar UTM Bawa Solusi Nyata bagi Madura

Rabu, 22 April 2026 - 06:48 WIB

Joki UTBK 2026 Terbongkar di Surabaya, Modus Manipulasi Identitas Terungkap

Selasa, 21 April 2026 - 20:01 WIB

Kartini Bukan Sekadar Seremonial, Ketua Komisi I DPRD Sampang Ajak Perempuan Berani Berpikir dan Bersuara

Berita Terbaru