Dua Pelajar Sapeken Tembus GFLN 2026, Bawa Nama Kepulauan Sumenep ke Panggung Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Agam Satriya Naraendra, siswa SMAN 1 Sapeken, tampil mempresentasikan gagasan di ajang Global Future Leaders Network (GFLN) 2026 di Jakarta. Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa pelajar dari wilayah kepulauan mampu bersaing dan menunjukkan kualitas kepemimpinan di tingkat nasional.

Agam Satriya Naraendra, siswa SMAN 1 Sapeken, tampil mempresentasikan gagasan di ajang Global Future Leaders Network (GFLN) 2026 di Jakarta. Keikutsertaannya menjadi bukti bahwa pelajar dari wilayah kepulauan mampu bersaing dan menunjukkan kualitas kepemimpinan di tingkat nasional.

EJABERITA.CO | SUMENEP – Keterbatasan akses dan letak geografis yang jauh dari pusat kota tidak menjadi penghalang bagi pelajar Kepulauan Sapeken untuk berprestasi. Hal itu dibuktikan oleh dua siswa SMAN 1 Sapeken yang berhasil lolos dalam program Global Future Leaders Network (GFLN) 2026, sebuah ajang pengembangan kepemimpinan generasi muda tingkat nasional.

Kedua siswa tersebut adalah Agam Satriya Naraendra (17) dan Radif Gibran Hamzah Prawira (17) yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMAN 1 Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Keberhasilan mereka menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kepulauan Sapeken. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi wilayah kepulauan, keduanya mampu menunjukkan kualitas dan daya saing hingga tingkat nasional.

Prestasi tersebut tidak lepas dari dukungan SKK Migas-KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI) bersama pihak sekolah yang selama ini aktif mendorong peningkatan kapasitas generasi muda di wilayah kepulauan.

Dari lima siswa yang mengikuti tahapan seleksi awal, hanya Agam dan Radif yang berhasil lolos dan menjadi perwakilan Kepulauan Sapeken dalam program bergengsi tersebut.

Diketahui, GFLN merupakan program pengembangan kepemimpinan yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.

Selama mengikuti kegiatan di Jakarta pada 15 hingga 20 Juni 2026, para peserta menjalani berbagai agenda pembelajaran, mulai dari workshop kepemimpinan, diskusi kelompok, pengembangan proyek sosial hingga kunjungan ke sejumlah institusi strategis nasional.

Agam dan Radif berkesempatan mengunjungi SKK Migas, Museum Nasional, Universitas Indonesia, serta fasilitas pengelolaan limbah modern untuk memperluas wawasan tentang pembangunan berkelanjutan.

Agam Satriya Naraendra mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kesempatan itu menjadi pengalaman berharga yang membuka cakrawala baru bagi pelajar dari daerah kepulauan.

“Saya senang sekali bisa ke Jakarta melalui program GFLN ini. Perjalanan kami cukup menantang, mulai dari Sapeken ke Pagerungan Besar, kemudian terbang ke Surabaya hingga Jakarta. Saat tiba, gedung-gedung pencakar langit sangat menginspirasi kami,” ujar Agam, Selasa (23/6/2026).

Ia mengatakan, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat berharga karena tidak semua anak kepulauan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Agam juga menyampaikan terima kasih kepada SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya dan rekan-rekan pelajar lainnya untuk berkembang.

“Terima kasih kepada SKK Migas dan KEI yang telah memberikan kesempatan ini. Jarang sekali anak kepulauan seperti kami bisa merasakan pengalaman ke kota besar, apalagi naik pesawat dan mengikuti kegiatan nasional,” katanya.

Sebelum mengikuti kegiatan GFLN, seluruh peserta juga diwajibkan mengikuti AFS Global Competence Certification yang terdiri dari empat sesi pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi pemahaman keberagaman budaya, penguatan karakter sebagai warga global, hingga peningkatan kemampuan kepemimpinan.

Menurut Agam, metode pembelajaran yang diterapkan dalam GFLN sangat menarik dan berbeda dari kegiatan belajar di sekolah pada umumnya.

“Banyak pelajaran yang kami dapatkan, mulai dari kerja tim, riset masalah, perencanaan proyek hingga manajemen sampah. Semua dikemas dengan cara yang menyenangkan seperti kuis, outing, dan mini games,” tuturnya.

Lebih jauh, Agam mengaku program tersebut menjadi sarana introspeksi diri untuk terus memperbaiki kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya.

“Saya merasa masih banyak kekurangan. Tapi dari pengalaman ini, saya bisa introspeksi diri untuk menjadi pemimpin yang lebih baik ke depan,” imbuhnya.

Dukungan keluarga juga menjadi penyemangat tersendiri selama dirinya mengikuti kegiatan di Jakarta. Menurut Agam, orang tuanya rutin menghubungi untuk memastikan kondisi dan aktivitas yang dijalani selama program berlangsung.

Keberhasilan Agam dan Radif lolos GFLN 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda Kepulauan Sapeken memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar terus berani bermimpi, belajar, dan mengembangkan kemampuan meski berada di wilayah yang jauh dari pusat perkembangan pendidikan.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhakti Pendidikan 2026, BEM KM STKIP PGRI Bangkalan Gaungkan Gerakan Transformasi Pendidikan
Ironis! Berstatus Negeri, SDN Tlomar 2 Bangkalan Puluhan Tahun Beralaskan Tanah dan Tanpa Toilet
315 Siswa SMPN 1 Sampang Ikuti Purnawiyata, Sekolah Pesan Jangan Lupakan Jasa Orang Tua dan Guru
BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Sampaikan Aspirasi Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur kepada Bupati
Hardiknas 2026: Pendidikan Bermutu Lahir dari Kepedulian dan Kebersamaan
UTM Gelar Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua
Dari Kampus untuk Rakyat: Empat Guru Besar UTM Bawa Solusi Nyata bagi Madura
Joki UTBK 2026 Terbongkar di Surabaya, Modus Manipulasi Identitas Terungkap

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Dua Pelajar Sapeken Tembus GFLN 2026, Bawa Nama Kepulauan Sumenep ke Panggung Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 05:18 WIB

Bhakti Pendidikan 2026, BEM KM STKIP PGRI Bangkalan Gaungkan Gerakan Transformasi Pendidikan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:55 WIB

Ironis! Berstatus Negeri, SDN Tlomar 2 Bangkalan Puluhan Tahun Beralaskan Tanah dan Tanpa Toilet

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:51 WIB

315 Siswa SMPN 1 Sampang Ikuti Purnawiyata, Sekolah Pesan Jangan Lupakan Jasa Orang Tua dan Guru

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:54 WIB

BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Sampaikan Aspirasi Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur kepada Bupati

Berita Terbaru