Putus Cinta, Pemuda di Sampang Coba Bunuh Diri
EJABERITA.CO | SAMPANG – Seorang pemuda di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diduga nekat melakukan percobaan bunuh diri akibat putus cinta dengan kekasihnya. Aksi tersebut sempat membuat panik keluarga dan warga sekitar karena korban berteriak meminta tolong dari dalam kamar.
Pemuda berinisial MH (25), warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelengan, ditemukan dalam kondisi terluka oleh neneknya sendir.
Kasi Humas Polres Bangkalan, AKP Eko Puji Waliyo, mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui saat nenek korban mendengar jeritan dari dalam kamar.
“Ibu Arum, nenek korban, yang saat itu berada di musala rumah, mendengar jeritan memanggil namanya dari dalam kamar korban,” ujar AKP Eko. Rabu, (11/2/2026).
Saat didatangi, nenek korban mendapati MH dalam kondisi bersimbah darah dengan luka di bagian leher sebelah kiri. Panik melihat kondisi cucunya, Arum segera meminta bantuan tetangga dan membawa korban ke puskesmas terdekat.
Petugas medis langsung memberikan pertolongan pertama dan melakukan penanganan terhadap luka-luka korban.
“Dari hasil pemeriksaan medis, terdapat tiga luka, yakni di bagian leher, pergelangan tangan kiri, dan lengan kiri,” imbuhnya.
Setelah mendapatkan perawatan, pihak keluarga menanyakan penyebab luka tersebut. MH mengakui bahwa luka di lehernya merupakan perbuatannya sendiri dengan menggunakan pisau dapur.
Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut oleh petugas terkait motif percobaan bunuh diri tersebut, MH enggan menjelaskan secara rinci karena merasa malu. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, aksi nekat itu diduga dipicu oleh masalah asmara.
“Menurut keterangan keluarga, korban nekat melakukan tindakan tersebut karena putus dengan pacarnya,” ungkap AKP Eko.
Diketahui, sebelum kejadian MH terlihat murung dan telah menginap di rumah neneknya selama sekitar satu pekan. Selama berada di rumah tersebut, korban jarang keluar kamar, terlihat lesu, dan hanya menjawab seperlunya saat diajak berbincang.
“Sehari-hari yang bersangkutan tinggal bersama orang tuanya di Surabaya. Namun, sekitar seminggu terakhir berada di rumah neneknya,” pungkasnya. (*)





