Ekonomi

SPPG di Bangkalan Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

BANGKALAN | Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan mulai menunjukkan dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memprioritaskan perekrutan warga setempat serta penggunaan hasil pertanian lokal sebagai bahan baku.

Salah satunya SPPG Arok di Desa Arok, Kecamatan Burneh. Meski hanya memproduksi sekitar 1.500 porsi MBG per hari, dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Laili Izzatul Faiqoh itu mampu menyerap 30 tenaga kerja lokal yang seluruhnya berasal dari desa setempat.

SPPG Arok menjadi satu-satunya dapur MBG di Desa Arok dan melengkapi puluhan unit SPPG lain yang telah beroperasi di 18 kecamatan di Kabupaten Bangkalan.

Pemilik SPPG Arok, Subaidi, mengatakan pihaknya sejak awal berkomitmen tidak merekrut tenaga kerja dari luar desa. Kebijakan itu diambil untuk membuka lapangan pekerjaan dan mendorong perputaran ekonomi warga.

“Kami ingin keberadaan SPPG ini bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Arok. Walaupun produksinya masih 1.500 porsi, setidaknya bisa membantu pendapatan warga,” kata Subaidi.

Selain menyerap tenaga kerja lokal, SPPG Arok juga memprioritaskan penggunaan hasil bumi warga setempat sebagai pasokan utama bahan pangan. Desa Arok dikenal sebagai penghasil beras dan kacang panjang dengan kualitas yang baik.

“Sebisa mungkin kami mengakomodasi produk lokal, tentu tetap menyesuaikan standar operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN),” ujarnya.

Model pengelolaan SPPG yang mengedepankan keterlibatan warga dan potensi desa ini diharapkan dapat memperkuat dampak sosial program MBG, tidak hanya dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *