Daerah

Longsor Putus Akses Warga Karang Penang, Jalan Utama Desa Lumpuh Lima Hari

SAMPANG | Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Dubaja, Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (7/1/2026). Peristiwa ini menyebabkan jalan utama desa ambles dan lumpuh total, sehingga mengganggu mobilitas serta aktivitas ekonomi warga.

Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga pagi hari. Tebing di sisi jalan tak mampu menahan debit air yang tinggi hingga akhirnya badan jalan ambruk.

“Sejak hujan deras, tebing di samping jalan runtuh dan jalannya langsung ambles. Kendaraan sama sekali tidak bisa lewat,” ujar Mahrus, warga setempat, Senin (12/1/2026).

Akibat kejadian itu, warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh. Sebagian lainnya memilih menunda aktivitas karena akses utama terputus.

Menurut Mahrus, jalan tersebut merupakan urat nadi aktivitas warga. Selain menjadi akses menuju pasar dan jalur distribusi hasil pertanian, jalan itu juga digunakan untuk mengantar orang sakit serta menjadi jalur utama anak-anak menuju sekolah dan lembaga pendidikan.

“Kalau jalan ini tertutup, aktivitas warga benar-benar lumpuh,” katanya.

Ia menyebutkan, kerusakan jalan telah terjadi sekitar lima hari lalu. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius dari pemerintah daerah. Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Sampang segera turun tangan melakukan perbaikan sekaligus langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Warga juga meminta dinas terkait melakukan peninjauan langsung ke lokasi karena kondisi jalan yang ambles dinilai berbahaya, terutama jika hujan kembali turun.

“Sudah cukup lama jalan ini ambruk, tapi belum ada perbaikan signifikan. Kami berharap BPBD Sampang segera tanggap bencana,” ujar Mahrus.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Karang Penang dan sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan pihaknya akan segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Ini bencana alam yang harus segera ditangani. Kami akan melakukan peninjauan dan pengukuran di lapangan. Jika anggaran tersedia, akan kami masukkan dalam daftar data untuk segera dilakukan perbaikan,” katanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *