Jauh dari Pilkades, Deklarasi Dukungan Ponpes Picu Polemik di Bangkalan
BANGKALAN | Masyarakat Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, Madura, dihebohkan dengan beredarnya foto poster pencalonan kepala desa (kades) yang diunggah oleh akun Facebook AL Muhajirin.
Dalam poster tersebut ditampilkan dukungan yang disebut berasal dari Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin terhadap sejumlah figur yang digadang-gadang maju sebagai calon kades di beberapa desa, yakni Batonaong, Arosbaya, Lajing, Buduran, dan Tengket.
Keberadaan poster itu menuai perhatian publik lantaran pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di sejumlah desa tersebut masih tersisa sekitar enam tahun lagi. Kondisi ini memicu tanda tanya dan kritik dari masyarakat.
Warga mempertanyakan motif munculnya deklarasi dukungan tersebut yang dinilai terlalu dini, jauh sebelum masa jabatan kades aktif berakhir. Mereka menilai langkah itu berpotensi menimbulkan kegaduhan dan spekulasi politik yang tidak perlu.
“Tindakan ini berpotensi menimbulkan kegaduhan dan spekulasi politik yang tidak perlu, terutama karena pesantren selama ini dihormati sebagai lembaga keagamaan yang seharusnya berdiri di atas semua golongan,” ujar Azis, warga Bangkalan, Jumat (12/12/2025).
Selain itu, pengamat sosial lokal menilai kemunculan poster pencalonan tersebut berisiko memicu polarisasi dini di tengah masyarakat. Menurutnya, di saat situasi politik desa masih jauh dari masa pemilihan, munculnya foto-foto pencalonan justru dapat membuka ruang konflik, fitnah, dan persaingan tidak sehat sejak awal.
“Masyarakat sangat berharap ada penjelasan terbuka agar spekulasi tidak semakin liar,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin terkait alasan unggahan atau dugaan dukungan dalam poster pencalonan yang beredar di media sosial tersebut.





