Pendidikan

Prestasi dari Bangkalan: SDN Kraton 2 Antar Nadia ke Level Nasional

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Kualitas pendidikan daerah kembali menunjukkan daya saingnya. Dari ruang kelas sekolah dasar negeri di Kabupaten Bangkalan, lahir prestasi nasional melalui sosok Nadia Hairul Putri Hidayati, siswi SDN Kraton 2 Bangkalan yang dikenal sebagai anak multitalenta.

Nadia sukses meraih Juara 2 Ajang Olimpiade Sains, Matematika, dan Bahasa Inggris Tingkat Nasional Tahun 2026, sebuah capaian yang menegaskan bahwa sekolah negeri di daerah memiliki potensi besar melahirkan sumber daya unggul.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Citra Mandiri, diawali dengan seleksi wilayah Kabupaten Bangkalan sebelum berlanjut ke tingkat nasional. Dari persaingan ketat antarpeserta berbagai sekolah, Nadia tampil menonjol, khususnya pada cabang Bahasa Inggris Level 1.

Prestasi ini tidak lahir secara instan. Lingkungan belajar yang kondusif di sekolah, pendampingan guru, serta dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam prosesnya. 

Guru-guru SDN Kraton 2 Bangkalan menilai Nadia sebagai siswi yang tekun, aktif bertanya, dan memiliki rasa ingin tahu tinggi, sekaligus mampu menyeimbangkan akademik dan kreativitas.

Selain unggul di bidang akademik, Nadia juga dikenal sebagai anak multitalenta. Bakatnya telah tampak sejak usia dini, salah satunya saat meraih kemenangan lomba menggambar yang diikuti sekitar 800 peserta ketika masih duduk di bangku taman kanak-kanak. 

Minat tersebut kemudian berkembang ke dunia bahasa dan komunikasi. Ia kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 1 Story Telling Competition yang digelar di Bangkalan Plaza. 

Capaian ini menunjukkan bahwa ruang-ruang pengembangan bakat di daerah, baik di sekolah maupun di luar sekolah, memiliki peran strategis dalam membentuk kepercayaan diri anak.

Nadia merupakan putri dari pasangan Hairul Anam dan Diah Maysella Rachman. Keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan pendidikannya, dengan pola pendampingan yang menekankan kenyamanan belajar, bukan tekanan prestasi.

“Kami sejak awal hanya ingin Nadia belajar dengan senang. Kami percaya sekolah dan guru-gurunya telah memberi ruang yang baik untuk berkembang,” ujar Hairul Anam. Rabu (11/2/2026).

Sementara itu, Diah Maysella Rachman berharap prestasi ini dapat menjadi contoh positif bagi dunia pendidikan daerah.

“Kami berharap ini bisa memotivasi anak-anak lain di Bangkalan, bahwa sekolah negeri di daerah juga bisa melahirkan prestasi nasional,” tuturnya.

Di sisi lain, Kepala SDN Kraton 2 Bangkalan, Erma Agustiningsih, menilai prestasi Nadia menjadi bukti bahwa sekolah negeri memiliki daya saing yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Prestasi Nadia menunjukkan bahwa dengan pendampingan guru yang konsisten dan lingkungan belajar yang sehat, sekolah dasar negeri di Bangkalan mampu melahirkan prestasi tingkat nasional. Ini bukan hanya keberhasilan siswa, tetapi juga hasil kerja bersama sekolah, keluarga, dan ekosistem pendidikan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah berkomitmen memberi ruang bagi setiap siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya, tanpa semata-mata berorientasi pada capaian akademik.

“Kami tidak hanya fokus pada nilai akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan bakat anak. Nadia adalah contoh bahwa pendekatan tersebut bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” tambahnya.

Erma juga menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara sekolah dan keluarga. Komunikasi yang intensif menjadi kunci agar perkembangan anak dapat terpantau secara optimal.

“Prestasi seperti ini tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang intensif antara orang tua dan guru agar perkembangan anak bisa terpantau dengan baik. Ketika sekolah dan keluarga berjalan searah, potensi anak akan lebih mudah berkembang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pola kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun kualitas pendidikan di daerah.

“Kami selalu membuka ruang diskusi dengan orang tua. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama. Nadia adalah salah satu contoh keberhasilan dari kolaborasi itu,” pungkasnya.(*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *