Dari Kampus untuk Rakyat: Empat Guru Besar UTM Bawa Solusi Nyata bagi Madura

Kamis, 23 April 2026 - 02:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Empat guru besar Universitas Trunojoyo Madura berpose usai prosesi pengukuhan, membawa gagasan riset strategis untuk menjawab persoalan masyarakat, dari korupsi tambang hingga inovasi perkapalan.

Empat guru besar Universitas Trunojoyo Madura berpose usai prosesi pengukuhan, membawa gagasan riset strategis untuk menjawab persoalan masyarakat, dari korupsi tambang hingga inovasi perkapalan.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) kembali menunjukkan perannya sebagai kampus yang tak hanya berorientasi akademik, tetapi juga hadir untuk menjawab persoalan nyata masyarakat. Melalui pengukuhan empat guru besar baru, UTM membawa beragam gagasan strategis yang menyentuh langsung kehidupan rakyat, khususnya di Madura.

Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah besar untuk memberi manfaat luas.

“Gelar profesor adalah tanggung jawab besar. Kinerjanya harus melompat lebih tinggi dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Rabu, (22/04/2016).

Empat guru besar yang dikukuhkan hadir dengan fokus riset yang beragam, mulai dari isu tata kelola pertambangan, pertanian lahan kering, ekologi laut, hingga industri perkapalan—semuanya beririsan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Soroti Korupsi Perizinan Tambang

Prof. Dr. Eny Suastuti, S.H., M.Hum. mengangkat isu krusial terkait korupsi dalam pengelolaan perizinan pertambangan. Ia menilai lemahnya pengawasan menjadi celah utama terjadinya penyalahgunaan wewenang.

Menurutnya, proses perizinan yang seharusnya menjadi alat pengendali justru kerap dimanfaatkan sebagai ruang praktik suap dan penyimpangan kebijakan.

“Tanpa pengawasan yang kuat, potensi penyimpangan akan terus terjadi. Padahal, sektor ini menyangkut kepentingan publik,” tegasnya.

Ia mendorong penerapan prinsip good governance dan asas umum pemerintahan yang baik (AAUPB) agar pengelolaan sumber daya alam berjalan transparan dan akuntabel.

Harapan Baru untuk Pertanian Madura

Di bidang pertanian, Prof. Dr. Elys Fauziyah, S.P., M.P. menyoroti rendahnya produktivitas lahan kering di Madura. Ia menyebut, hasil panen jagung masih jauh di bawah rata-rata Jawa Timur.

Namun, ia optimistis kondisi tersebut bisa diubah melalui inovasi.

“Dengan penggunaan benih unggul dan teknologi budidaya, produktivitas bisa meningkat signifikan, bahkan mencapai 6 hingga 8 ton per hektare,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi pertanian berbasis teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menjaga Laut dari Makhluk Terkecil

Sementara itu, Prof. Insafitri, S.T., M.Sc., Ph.D. mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut melalui pendekatan mikrobiologis.

Lewat konsep “Samudra Harmoni”, ia menjelaskan bahwa organisme kecil seperti ostracoda memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas lingkungan laut.

“Keberagaman hayati bukan hanya soal jumlah, tetapi tentang keseimbangan dan keteraturan,” ujarnya.

Penelitiannya menegaskan bahwa perlindungan ekosistem laut harus dimulai dari pemahaman terhadap elemen paling kecil sekalipun.

Dorong Industri Perkapalan Lebih Kompetitif

Di sektor teknik, Prof. Dr. Ir. Mohamad Imron Mustajib, S.T., M.T. menyoroti pentingnya inovasi dalam industri perkapalan nasional.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat bergantung pada kekuatan transportasi laut. Ia menilai, penguatan sistem manufaktur kapal menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing.

“Industri perkapalan adalah tulang punggung konektivitas nasional. Inovasi menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sistem manufaktur terintegrasi yang mencakup desain, kebutuhan pasar, hingga kualitas produksi.

Kampus Hadir untuk Solusi Nyata

Pengukuhan empat guru besar ini menjadi bukti bahwa UTM terus bergerak menjadi kampus yang dekat dengan masyarakat. Tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga solusi nyata bagi berbagai persoalan daerah dan nasional.

Dengan kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri, hasil riset diharapkan mampu diimplementasikan secara langsung demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

UTM pun menegaskan satu pesan penting: kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan bagian dari solusi bagi kehidupan rakyat.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
UTM Sulap Lantai Rektorat Jadi Kafe, Bidik Hilirisasi Riset dan Cetak Entrepreneur Muda
HUT ke-81 RI, Ketua PGRI Bangkalan Ajak Guru Perkuat Pengabdian dan Majukan Pendidikan
STKIP PGRI Bangkalan Khidmat Rayakan HUT ke-81 RI, Dosen dan Mahasiswa Teguhkan Semangat Kemerdekaan
Sekolah Roboh di Bangkalan, BEM Desak Evaluasi Menyeluruh Infrastruktur Pendidikan
Dua Pelajar Sapeken Tembus GFLN 2026, Bawa Nama Kepulauan Sumenep ke Panggung Nasional
Bhakti Pendidikan 2026, BEM KM STKIP PGRI Bangkalan Gaungkan Gerakan Transformasi Pendidikan
Ironis! Berstatus Negeri, SDN Tlomar 2 Bangkalan Puluhan Tahun Beralaskan Tanah dan Tanpa Toilet

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:20 WIB

UTM Sulap Lantai Rektorat Jadi Kafe, Bidik Hilirisasi Riset dan Cetak Entrepreneur Muda

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:54 WIB

HUT ke-81 RI, Ketua PGRI Bangkalan Ajak Guru Perkuat Pengabdian dan Majukan Pendidikan

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:44 WIB

STKIP PGRI Bangkalan Khidmat Rayakan HUT ke-81 RI, Dosen dan Mahasiswa Teguhkan Semangat Kemerdekaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Sekolah Roboh di Bangkalan, BEM Desak Evaluasi Menyeluruh Infrastruktur Pendidikan

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB