Sampang Cetak Sejarah, UHC Award Utama Nasional Diraih dengan Kepesertaan JKN 101 Persen
SAMPANG | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mencetak sejarah dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award kategori utama tingkat nasional. Penghargaan tersebut diterima pada acara penganugerahan di Ballroom Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data BPJS Kesehatan Januari 2026, tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Sampang mencapai 101,03 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 95 persen. Capaian ini menempatkan Sampang sebagai salah satu daerah yang berhasil menuntaskan jaminan kesehatan bagi seluruh warganya.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kesehatan. Melalui APBD 2026, Pemkab Sampang mengalokasikan anggaran sebesar Rp56 miliar untuk membiayai iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu agar tidak lagi mengalami kendala dalam mengakses layanan kesehatan. Dengan demikian, seluruh warga Kabupaten Sampang dapat memperoleh pelayanan medis tanpa terbebani biaya.
“Dampak nyata dari pencapaian UHC kategori utama adalah terwujudnya pengobatan gratis bagi seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sampang. Warga tidak lagi terbebani secara finansial saat menghadapi kondisi darurat medis karena negara telah menjamin kepastian layanan,” ujar Slamet Junaidi.
Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi kesejahteraan rakyat melalui sinergi pengelolaan data kepesertaan yang akurat serta kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat kecil.
“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memastikan keberlanjutan kepesertaan JKN di Kabupaten Sampang dengan menjaga tingkat keaktifan peserta, sehingga seluruh masyarakat dapat terus mengakses layanan kesehatan secara optimal.
“UHC Utama bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan komitmen berkelanjutan Kabupaten Sampang dalam membangun fondasi kesehatan masyarakat yang religius dan beradab,” pungkasnya.(*)





