Sampang Jadi Arena Adu Cepat Penyelamatan Nyawa
SAMPANG | Kabupaten Sampang menjadi arena adu cepat penyelamatan nyawa dalam Kompetisi Code Blue se-Jawa Timur dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Sampang. Kegiatan berlangsung di GOR Indoor Wijaya Kusuma, Sabtu (24/1/2026).
Ajang ini diikuti lebih dari 50 tim tenaga kesehatan dari berbagai rumah sakit, puskesmas, klinik, serta institusi pendidikan kesehatan di Jawa Timur. Rinciannya, 27 tim mengikuti kompetisi Code Blue dan 25 tim berlaga dalam kompetisi BHD.
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengapresiasi pelaksanaan kompetisi yang dinilai tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana peningkatan kompetensi penanganan kegawatdaruratan medis bagi tenaga kesehatan.
Menurutnya, kemampuan Code Blue dan BHD merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai tenaga kesehatan, terutama dalam menghadapi kondisi kritis seperti henti jantung dan henti napas.
“Kegawatdaruratan tidak mengenal waktu dan tempat. Respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi menjadi kunci utama keselamatan pasien,” tegas Slamet Junaidi.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu menumbuhkan budaya keselamatan pasien di seluruh fasilitas layanan kesehatan, sekaligus mempererat silaturahmi antartenaga kesehatan se-Jawa Timur.
“Kompetisi ini jangan berhenti sebagai lomba semata, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam situasi darurat yang sesungguhnya di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, dr. Bhakti Setiyo Tunggal, mengatakan kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang.
“Kami ingin peringatan HUT RSUD diisi dengan kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, kompetisi ini juga menjadi bagian dari strategi promosi RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang agar dikenal luas oleh rumah sakit di Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan.
Kompetisi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan hari pertama sebagai tahap seleksi dan hari kedua sebagai babak final.
“Kami bangga karena kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Jawa Timur,” pungkas Bhakti.(*)





